AsikBelajar.Com | Artikel ini diambil dari buku Prof. Dr. Sugiyono berjudul Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods) pada Bab V sebagai berikut:
A. Populasi
Populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan lalu ditarik kesimpulannya.
Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi mencakup seluruh karakteristik/ sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
Misalnya akan melaksanakan penelitian di sekolah X, maka sekolah X ini merupakan populasi. Sekolah X memiliki sejumlah orang/subyrk dan obyek yang lain. Hal ini berarti populasi dalam arti jumlah/kuantitas. Tetapi sekolah X juga memiliki karakteristik orang-orangnya, contohnya motivasi kerjanya, disiplin kerjanya. kepemimpinannya, iklim organisasinya dan lain-lain; dan juga memiliki karakteristik obyek yang lain, contohnya kebijakan, mekanisme kerja, tata ruang kelas, lulusan yang dihasilkan dan lain-lain. Yang terakhir berarti populasi dalam arti karakteristik.
Satu orang-pun sanggup dipakai sebagai populasi, alasannya satu orang itu memiliki banyak sekali karakteristik, contohnya gaya bicaranya. disiplin pribadi, hobi, cara bergaul, kepemimpinannya dan lain-lain. Misalnya akan melaksanakan penelitian wacana kepemimpinan presiden Y maka kepemimpinan itu merupakan sampel dari semua karakteristik yang dimiliki presiden Y.
Dalam bidang kedokteran, satu orang sering bertindak sebagai populasi. Darah yang ada pada setiap orang yaitu populasi. jikalau akan diperiksa cukup diambil sebagian darah yang berupa sampel. Data yang diteliti dari sampel tersebut selanjutnya diberlakukan ke seluruh darah yang dimiliki orang tersebut.
B. Sampel
Sampel yaitu bab dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti mustahil mempelajari semua yang ada pada populasi, contohnya alasannya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti sanggup memakai sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan sanggup diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).
Bila sampel tidak representatif, maka menyerupai empat orang yang ditutup matanya, disuruh menyimpulkan karakteristik gajah. Lihat gambar 5.1. Berdasarkan gambar 5.1 tersebut terlihat bahwa, orang pertama memegang indera pendengaran gajah, maka ia menyimpulkan gajah itu mirip kipas. Orang kedua memegang tubuh gajah, maka ia menyimpulkan gajah itu mirip tembok besar. Orang ketiga memegang ekornya, maka ia menyimpulkan gajah itu kecil mirip seutas tali. Orang keempat memegang kaki gajah, maka ia menyimpulkan gajah mirip sebatang pohon. Begitulah jikalau sampel yang dipilih tidak representatif, maka menyerupai 4 orang yang ditutup matanya memegang gajah, mereka tidak bisa menentukan sampel yang reprsentatif. sehingga menciptakan kesimpulan yang salah wacana gajah.
Sumber:
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal. 119-121.
Sumber https://www.asikbelajar.com