Showing posts with label Belajar. Show all posts
Showing posts with label Belajar. Show all posts

Thursday, June 21, 2018

√ Mengenal Keunikan Lalat Sehari



 yaitu serangga berwarna coklat atau coklat muda yang hidup hanya beberapa hari saja √ Mengenal Keunikan Lalat Sehari


Mengenal Keunikan Lalat Sehari – AsiBelajar.Com.  Lalat sehari (Ephemeroptera) yaitu serangga berwarna coklat atau coklat muda yang hidup hanya beberapa hari saja.  Ekornya panjang ibarat ulir dan sayap depanya yang besar berurat ibarat jals.  Ada kira-kira 2.000 jenis lalat sehari.




Pada ekspresi dominan panas lalat remaja keluar dari air danau atau kolam.  Yang jantan berkeliaran di atas air dalam jumlah besar melaksanakan tari kawin.  Saat inilah mereka kawin dengan yang betina.  Beberapa jam sehabis kawin lalat betina bertelur di atas air.  Karena tidak sanggup makan, sebagian lalat remaja mati sehabis hidup satu malam.  Kebanyakan mati beberapa hari kemudian.  Tempayak tidak bersayap, yang menetas dari telur, sanggup terus hidup di dalam air hingga tiga tahun.




Lalat sehari yang jantan melaksanakan tari kawin dan bercampur dengan lalat betina di udara.


Tempayak lalat sehari biasanya berganti kulit hingga 20 kali.  Pergantian kulit sebelum yang terakhir kali terjadi dipermukaan air, sedang yang terakhir dilakukan sambil terbang di udara.




Sumber:

Anonim, 1983. Disney’s Ensiklopediku Yang Pertama. PT. Widyadara, Jakarta. Buku-13 Hal. 15. 




Sumber https://www.asikbelajar.com

Wednesday, June 20, 2018

√ Teori Tahap Perkembangan Piaget


Teori Tahap Perkembangan Piaget – AsikBelajar.Com.  Jean Piaget membuatkan teori tahap perkembangan (stage developmental theory), yang menyatakan bahwa kemampuan intelektual anak dan pintar balig cukup akal berkembang berdasarkan tahap-tahap: sensorimotor, praoperasioanl, operasional nyata, dan operasional formal.  Pada tahap sensorimotor, berlangsung mulai lahir hingga dengan umur 2 tahun, anak peduli dengan mendapatkan kendali gerak dan mencar ilmu ihwal objek-objek fisik.  Selanjutnya, pada tahap praoperasional, umur 2-7 tahun, anak mulai mempunyai keterampilan verbal; dalam masa ini anak mulai sudah menyebutkan nama-nama objek dan berpikir intuitif.  Pada tahap operasional nyata, dari umur 7 hingga dengan 12 tahun, anak mulai memahami konsep-konsep abstrak.  Akhirnya, pada tahap operasional formal, umur 12-15 tahun, anak mulai berpikir logis dan sistematis.


  Jean Piaget membuatkan teori tahap perkembangan  √ Teori Tahap Perkembangan Piaget

Piaget menurunkan teori tahap perkembangan ini dari teori epistemologi genetik (genetic epistemology), yang terdiri dari tiga proses esensial: asimilasi, akomodasi, dan keseimbangan (Pritchard & Woodall, 2010).  Asimilasi (Assimilation) adalah pengumpulan dan pengklasifikasian isu gres yang berkaitan dengan apa yang diketahui oleh seseorang dan dihubungkan dengan pengetahuan lain dengan tema tertentu.  Akomodasi (Accommodation) yaitu alternasi tema untuk mendapatkan isu gres dan kontradiksi.  Sedangkan keseimbangan (equilibrium) merupakan keadaan yang tidak terdapat pertentangan pada perkembangan mental seseorang terhadap lingkungannya.  Sebenarnya, keseimbangan ini yaitu perpaduan antara proses asimilasi dan akomodasi.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 22-23).



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Pembelajaran Sosial Vygotsky



an memperkenalkan teori pembelajaran sosial √ Pembelajaran Sosial Vygotsky


Pembelajaran Sosial Vygotsky – AsikBelajar.Com.  Lev Vygotsky, seorang psikologi Rusia, pada awal kala 20-an memperkenalkan teori pembelajaran sosial, khususnya yang berkaitan dengan konteks sosial.  Vygotsky memadang bahwa interaksi sosial ialah aspek dasar dari keberhasilan pertumbuhan kognitif dan intelektual seseorang.  Dalam hal ini, obrolan dan interaksi lain antara pebelajar dan orang lain harus ditekankan untuk mencapai keberhasilannya.




Menurut Vygotsky, perkembangan budaya (cultural development) seorang muncul dua kali, pertama pada tingkat sosial yaitu interaksi antara seseorang dengan orang lain, dan kedua pada tingkat individual yang terjadi dalam diri seseorang itu sendiri.  Kedua proses ini terjadi pada perhatian sukarela, memori logis, dan gugusan konsep-konsep.  Dengan demikian, semua fungsibtingkat lebih tinggi merupakan kekerabatan faktual antar individu.




Gagasan penting lainnya dari Vygotsky ialah bahwa potensi perkembangan kognitif dan pembelajaran seseorang tergantung dari transisi lintas ZPD (zone of potential development).  ZPD ialah zona pemahaman atau perkembangan kognitif yang dekat, sehabis itu ke tingkat pemahaman selanjutnya pada diri pebelajar.  Apabila seorang pebelajar sudah mengalami kemajuan, mereka harus dibantu untuk bergerak menuju zona ini dan kemudian sehabis itu ke tingkat yang gres yang lebih tinggi.  Dalam pandangan Vygotsky, ZPD ialah tingkat perkembangan potensial yang ditentukan melalui pemecahan masalah, di bawah bimbingan atau kerjasama dengan orang remaja dan dengan teman sejawat yang mempunyai kemampuan.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 23-24).



Sumber https://www.asikbelajar.com

Tuesday, June 19, 2018

√ Teori Berguru Bruner



Teori Belajar Bruner – AsikBelajar.Com. Bruner berkarya secara intensif hampir sepanjang kurun keduapuluhan dalam berbagi teori-teori psikologi dan pendidikan.  Menurut Bruner, pembelajaran sebagai proses sosial yang aktif.  Salah satu tema pokok dari Bruner ialah bahwa mencar ilmu merupakan suatu proses aktif dimana pebelajar mengkonstruksikan gagasan atau konsep gres atas dasar pengetahuan masa lampau dan masa sekarang.  Pebelajar menentukan dan mentransformasikan informasi, mengkonstruksikan hipotesis dan menciptakan keputusan yang merujuk dan tergntung pada struktur kognitif dalam (internal cognitive structure).  Struktur kognitif ini ialah jaringan sketsa yang memperlihatkan makna dan struktur pada pengalaman dan memberi kesempatan pada individu untuk membangun apa yang sudah diketahui, dan melangkah lebih jauh lagi.




 Bruner berkarya secara intensif hampir sepanjang kurun keduapuluhan dalam berbagi te √ Teori Belajar Bruner




Dalam kaitannya dengan pembelajaran, Bruner memandang bahwa guru harus berupaya untuk mendorong siswa untuk menemukan prinsip-prinsip sendiri; dan gurudan siswa harus terlibat dalam obrolan aktif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.  Disini tugas guru ialah untuk membantu proses transformasi segala gosip yang dipelajari dalam bentuk suatu format yang sempurna sesuai dengan keadaan pemahaman siswa sekarang.  Bruner menyatakan bahwa kurikulum harus diorganisasikan “secara spiral” biar siswa sanggup melacak kembali gagasan dan fakta secara berkelanjutan, sehingga siswa sanggup membangun konsep-konsep menurut apa yang dipelajari sebelumnya.  Bagi Bruner, mencar ilmu ialah suatu proses sosial yang aktif di mana pebelajar sanggup mengkonstruksikan gagasan dan konsep yang diperoleh dari pengetahuan yang sekarang, dengan catatan dalam kontak sosial dengan orang lain, guru dalam banyak konteks formal merupakan elemen kunci dari proses pembelajaran tersebut.




Artikel lain yang bekerjasama dengan teori Bruner KLIK DISINI.

Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 24).



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Teori Kognitif Sosial Bandura



Teori Kognitif Sosial Bandura – AsikBelajar.Com.  Bandura menyebarkan teori kognitif sosial dengan melanjutkan karya Piaget sebelumnya.  Sebagaimana para pendukung konstruktivisme lainnya, Bandura menganggap bahwa belajar ialah proses yang aktif dan menekankan pentingnya keadaan sosial dalam pelajaran.




 Bandura menyebarkan teori kognitif sosial dengan melanjutkan  √ Teori Kognitif Sosial Bandura


Menurut Bandura, menusia hidup tidak dalam isolasi, yang sering ia sebut sebagai “agensi kolektif” (collective agency).  Dalam agensi kolektif, insan bekerja dengan saling percaya dan mempunyai aspirasi bersama, untuk meningkatkan kehidupannya.  Dalam hubungannya dengan bekerja bersama ini, Bandura memperlihatkan teori ihwal efikasi-diri (self-efficacy) dan penerapannya dala pendidikan, kesehatan, psikopatologi, atletik, bisnis, dan kekerabatan internasional.  Bandura beropini bahwa orang mencar ilmu dari pengamatan padasuri tauladan (role model) dalam kehidupan sehari-hari.  Bandura menjelaskan “learning would be exceedingly laborious, not to mention hazardous, if people  have to rely solely on the effects of their own actions to inform them what to do“.  Jadi, apabila insan harus menggantungkan pada imbas tindakannya untuk memberitahukan apa yang akan dilakukan, dalam belajar insan harus bekerja keras, tetapi tidak hingga pada taraf merusak.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 25).



Sumber https://www.asikbelajar.com

Monday, June 18, 2018

√ Alasan Pendukung Joko Widodo Mulai Meninggalkannya

Alasan Pendukung Jokowi Mulai Meninggalkannya √ Alasan Pendukung Jokowi Mulai Meninggalkannya

Alasan Pendukung Jokowi Mulai Meninggalkannya – AsikBelajar.Com.  Ada yang menjadi perhatian kita bersama pasca Pilpres 2014.  Bagaimanapun, sehabis presiden terpilih dilantik secara resmi oleh Dewan yang terhormat, ternyata masih banyak pemberitaan “miring” perihal Jokowi, termasuk partai pendukungnya PDIP.  Kenapa hal tersebut dapat terjadi?  Inilah opini yang dapat dijadikan pertimbangan oleh tim sukses Jokowi untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik…


  1. Dosa Jokowi meninggalkan Solo: Kita tahu bahwa sebelum Jokowi mencalonkan diri menjadi Gubernur Jakarta yaitu bahwa Jokowi masih berstatus walikota Solo.  Dalam perjalanannya dalam jabatan ke-2, ia dan timnya merasa mantap untuk ikut dalam pemilihan Gubernur di Jakarta.  Banyak yang menentangnya, terutama sebab di Solo wakilnya yaitu orang yang beragama non muslim. Alasan tersebut mencuat sebab ada kalangan yang berprinsip tidak mau dipimpin oleh orang Non Muslim.

  2. Dusta Jokowi dengan rakyat Jakarta: Ternyata hal tersebut terulang lagi sehabis Jokowi terpilih menjadi Gubernur Jakarta.  Orang semua tahu Jokowi bersumpah, namun karenanya ia dianggap TIDAK AMANAH.

  3. Janji perihal Departemen Ekonomi Kreatif: Banyak kalangan yang menyayangkan atas kesepakatan Jokowi perihal adanya sebuah departemen yang membidani ekonomi kreatif yang ternyata “hanya” isapan jempol semata alias kesepakatan tinggal janji.

  4. Omongan-omongan yang memancing:  Jokowi pada ketika pilpres terlanjur berucap bahwa penurunan elektabilitas tidak masalah, namun ia dan timnya akan menyelip di tingkungan terakhir.  Nah, omongan ini yang memancing interprestasi banyak analisis.  Ada yang beropini bahwa, Jokowi memakai kecurangan dengan santunan negara-negara “donor”.  Kadang omongannya tidak mencerminkan seorang pemimpin negarawan, tetapi cenderung memprovokasi.

  5. Dianggap Suka Bohong: Masalah kesalahan di Sinabung menjadi rame dibicarakan orang.  Banyak pengguna fesbuk yang menciptakan status bahwa Jokowi “tega” bohongi penduduk Sinabung dengan memberi nomor HP palsu.

  6. Perilaku PDIP:  Partai pendukung Jokowi juga menjadi sorotan publik.  Publik selalu mengaitkan bahwa PDIP yaitu partai yang banyak kadernya tersangkut korupsi.  Hal ini dengan terlihat dalam index korupsi tertinggi nomor satu sebesar 7,8.  Belum lagi tidak konsistennya PDIP dengan “politik” BBM-nya.  Dulu sewaktu pemerintahan SBY, PDIP mati-matian tidak mau ikut menaikkan BBM dengan alasan menyesarakan rakyat, namun sehabis menjadi partai pemerintah PDIP sangat lantang untuk menaikan harga BBM.  Maka PDIP dianggap partai pendusta.

  7. Perilaku Megawati: Perilaku Megawati identikf dengan kesombongan dan keangkuhan pasca hubungannya dengan pemerintahan SBY.

  8. Tidak Berwibawa: Jokowi terkesan tidak memiliki wibawa.  Dia diidentikkan dengan terlalu santun dengan negara lain.

  9. Perilaku Kapolri: Institusi Polisi Republik Indonesia kembali menjadi sorotan publik.  Setelah Kapolri menyampaikan bahwa mau pasang tubuh untuk pemerintahan Jokowi, hal tersebut memancing banyak jawaban beragam.


Namanya juga politik…tidak ada yang abadi…yang infinit yaitu kepentingan….Namun yang perlu kita renungkan yaitu jika pemimpinnya kurang kuat, maka yang lezat yaitu para sponsor dalam mengambil keuntungan…rakyatlah yang akan dirugikan.  Semoga hal tersebut tidak terjadi pada Jokowi. (IMHO).


Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Konsep Pendidikan


Konsep Pendidikan – AsikBelajar.Com.  Beberapa definisi ihwal pendidikan telah dirumuskan. Nadler (1982) mengartikan pendidikan (education) sebagai pembelajaran yang berkaitan dengan pekerjaan tertentu di masa tiba bagi individu yang dipersiapkan.  Rogers, Burdge, Korsching, dan Donnermeyer (1988) mendefinisikan pendidikan sebagai proses di mana suatu kebudayaan (culture) secara formal ditransmisikan kepada si pebelajar.  Sedangkan Chambers (1982) menekankan pendidikan pada aspek mental dan rasionalitas serta pembentukan martabat yang mulia.  Oleh alasannya itu, sanggup dinyatakan bahwa pendidikan yaitu proses transmisi budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya, menekankan pada aspek mental dan rasionalitas, untuk mempersiapkan pekerjaan di masa depan, semoga tercapainya martabat yang mulia.




 Beberapa definisi ihwal pendidikan telah dirumuskan √ Konsep Pendidikan


Sementara itu, berdasarkan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 ihwal Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1, “Pendidikan yaitu perjuangan sadar dan terjadwal untuk mewujudkan suasana berguru dan proses pembelajaran semoga penerima didik secara aktif membuatkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, etika mulia, serta keterampilan yang diharapkan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.  Dari rumusan tersebut sanggup dinyatakan bahwa pendidikan yaitu perjuangan yang harus direncanakan secara matang dalam suatu sistem yang baik.  Pendidikan diarahkan untuk terwujudnya proses pembelajaran dalam suasana belajar, yang berarti terbentuknya masyarakat berguru (learning society).  Dalam hal ini penerima didik secara aktif membuatkan potensi dirinya, atau berarti pemfokusan pada sifat kemandirian penerima didik.  Semua upaya terebut ditujukan pada pengembangan kekuatan spiritual keagamaan (ranah religious-spiritual); pengendalian diri dan kepribadian (psikologi-emosional); kecerdasan (ranah intelektual); etika mulia (ranah etika dan moralitas); keterampilan (ranah profesional); yang diharapkan dirinya (ranah individu); masyarakat (ranah sosial); dan bangsa dan negara (ranah politik).  Makara pendidikan di Indonesia mempunyai dimensi yang luas, mulai dari individu, sosial, psikologi, spiritual, etika-moralitas, intelektual, profesional, hingga ke politik-kebangsaan.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 92).


Sumber https://www.asikbelajar.com