Showing posts with label Belajar. Show all posts
Showing posts with label Belajar. Show all posts

Thursday, June 21, 2018

√ Mengenal Keunikan Lalat Sehari



 yaitu serangga berwarna coklat atau coklat muda yang hidup hanya beberapa hari saja √ Mengenal Keunikan Lalat Sehari


Mengenal Keunikan Lalat Sehari – AsiBelajar.Com.  Lalat sehari (Ephemeroptera) yaitu serangga berwarna coklat atau coklat muda yang hidup hanya beberapa hari saja.  Ekornya panjang ibarat ulir dan sayap depanya yang besar berurat ibarat jals.  Ada kira-kira 2.000 jenis lalat sehari.




Pada ekspresi dominan panas lalat remaja keluar dari air danau atau kolam.  Yang jantan berkeliaran di atas air dalam jumlah besar melaksanakan tari kawin.  Saat inilah mereka kawin dengan yang betina.  Beberapa jam sehabis kawin lalat betina bertelur di atas air.  Karena tidak sanggup makan, sebagian lalat remaja mati sehabis hidup satu malam.  Kebanyakan mati beberapa hari kemudian.  Tempayak tidak bersayap, yang menetas dari telur, sanggup terus hidup di dalam air hingga tiga tahun.




Lalat sehari yang jantan melaksanakan tari kawin dan bercampur dengan lalat betina di udara.


Tempayak lalat sehari biasanya berganti kulit hingga 20 kali.  Pergantian kulit sebelum yang terakhir kali terjadi dipermukaan air, sedang yang terakhir dilakukan sambil terbang di udara.




Sumber:

Anonim, 1983. Disney’s Ensiklopediku Yang Pertama. PT. Widyadara, Jakarta. Buku-13 Hal. 15. 




Sumber https://www.asikbelajar.com

Wednesday, June 20, 2018

√ Teori Tahap Perkembangan Piaget


Teori Tahap Perkembangan Piaget – AsikBelajar.Com.  Jean Piaget membuatkan teori tahap perkembangan (stage developmental theory), yang menyatakan bahwa kemampuan intelektual anak dan pintar balig cukup akal berkembang berdasarkan tahap-tahap: sensorimotor, praoperasioanl, operasional nyata, dan operasional formal.  Pada tahap sensorimotor, berlangsung mulai lahir hingga dengan umur 2 tahun, anak peduli dengan mendapatkan kendali gerak dan mencar ilmu ihwal objek-objek fisik.  Selanjutnya, pada tahap praoperasional, umur 2-7 tahun, anak mulai mempunyai keterampilan verbal; dalam masa ini anak mulai sudah menyebutkan nama-nama objek dan berpikir intuitif.  Pada tahap operasional nyata, dari umur 7 hingga dengan 12 tahun, anak mulai memahami konsep-konsep abstrak.  Akhirnya, pada tahap operasional formal, umur 12-15 tahun, anak mulai berpikir logis dan sistematis.


  Jean Piaget membuatkan teori tahap perkembangan  √ Teori Tahap Perkembangan Piaget

Piaget menurunkan teori tahap perkembangan ini dari teori epistemologi genetik (genetic epistemology), yang terdiri dari tiga proses esensial: asimilasi, akomodasi, dan keseimbangan (Pritchard & Woodall, 2010).  Asimilasi (Assimilation) adalah pengumpulan dan pengklasifikasian isu gres yang berkaitan dengan apa yang diketahui oleh seseorang dan dihubungkan dengan pengetahuan lain dengan tema tertentu.  Akomodasi (Accommodation) yaitu alternasi tema untuk mendapatkan isu gres dan kontradiksi.  Sedangkan keseimbangan (equilibrium) merupakan keadaan yang tidak terdapat pertentangan pada perkembangan mental seseorang terhadap lingkungannya.  Sebenarnya, keseimbangan ini yaitu perpaduan antara proses asimilasi dan akomodasi.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 22-23).



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Pembelajaran Sosial Vygotsky



an memperkenalkan teori pembelajaran sosial √ Pembelajaran Sosial Vygotsky


Pembelajaran Sosial Vygotsky – AsikBelajar.Com.  Lev Vygotsky, seorang psikologi Rusia, pada awal kala 20-an memperkenalkan teori pembelajaran sosial, khususnya yang berkaitan dengan konteks sosial.  Vygotsky memadang bahwa interaksi sosial ialah aspek dasar dari keberhasilan pertumbuhan kognitif dan intelektual seseorang.  Dalam hal ini, obrolan dan interaksi lain antara pebelajar dan orang lain harus ditekankan untuk mencapai keberhasilannya.




Menurut Vygotsky, perkembangan budaya (cultural development) seorang muncul dua kali, pertama pada tingkat sosial yaitu interaksi antara seseorang dengan orang lain, dan kedua pada tingkat individual yang terjadi dalam diri seseorang itu sendiri.  Kedua proses ini terjadi pada perhatian sukarela, memori logis, dan gugusan konsep-konsep.  Dengan demikian, semua fungsibtingkat lebih tinggi merupakan kekerabatan faktual antar individu.




Gagasan penting lainnya dari Vygotsky ialah bahwa potensi perkembangan kognitif dan pembelajaran seseorang tergantung dari transisi lintas ZPD (zone of potential development).  ZPD ialah zona pemahaman atau perkembangan kognitif yang dekat, sehabis itu ke tingkat pemahaman selanjutnya pada diri pebelajar.  Apabila seorang pebelajar sudah mengalami kemajuan, mereka harus dibantu untuk bergerak menuju zona ini dan kemudian sehabis itu ke tingkat yang gres yang lebih tinggi.  Dalam pandangan Vygotsky, ZPD ialah tingkat perkembangan potensial yang ditentukan melalui pemecahan masalah, di bawah bimbingan atau kerjasama dengan orang remaja dan dengan teman sejawat yang mempunyai kemampuan.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 23-24).



Sumber https://www.asikbelajar.com

Tuesday, June 19, 2018

√ Teori Berguru Bruner



Teori Belajar Bruner – AsikBelajar.Com. Bruner berkarya secara intensif hampir sepanjang kurun keduapuluhan dalam berbagi teori-teori psikologi dan pendidikan.  Menurut Bruner, pembelajaran sebagai proses sosial yang aktif.  Salah satu tema pokok dari Bruner ialah bahwa mencar ilmu merupakan suatu proses aktif dimana pebelajar mengkonstruksikan gagasan atau konsep gres atas dasar pengetahuan masa lampau dan masa sekarang.  Pebelajar menentukan dan mentransformasikan informasi, mengkonstruksikan hipotesis dan menciptakan keputusan yang merujuk dan tergntung pada struktur kognitif dalam (internal cognitive structure).  Struktur kognitif ini ialah jaringan sketsa yang memperlihatkan makna dan struktur pada pengalaman dan memberi kesempatan pada individu untuk membangun apa yang sudah diketahui, dan melangkah lebih jauh lagi.




 Bruner berkarya secara intensif hampir sepanjang kurun keduapuluhan dalam berbagi te √ Teori Belajar Bruner




Dalam kaitannya dengan pembelajaran, Bruner memandang bahwa guru harus berupaya untuk mendorong siswa untuk menemukan prinsip-prinsip sendiri; dan gurudan siswa harus terlibat dalam obrolan aktif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.  Disini tugas guru ialah untuk membantu proses transformasi segala gosip yang dipelajari dalam bentuk suatu format yang sempurna sesuai dengan keadaan pemahaman siswa sekarang.  Bruner menyatakan bahwa kurikulum harus diorganisasikan “secara spiral” biar siswa sanggup melacak kembali gagasan dan fakta secara berkelanjutan, sehingga siswa sanggup membangun konsep-konsep menurut apa yang dipelajari sebelumnya.  Bagi Bruner, mencar ilmu ialah suatu proses sosial yang aktif di mana pebelajar sanggup mengkonstruksikan gagasan dan konsep yang diperoleh dari pengetahuan yang sekarang, dengan catatan dalam kontak sosial dengan orang lain, guru dalam banyak konteks formal merupakan elemen kunci dari proses pembelajaran tersebut.




Artikel lain yang bekerjasama dengan teori Bruner KLIK DISINI.

Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 24).



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Teori Kognitif Sosial Bandura



Teori Kognitif Sosial Bandura – AsikBelajar.Com.  Bandura menyebarkan teori kognitif sosial dengan melanjutkan karya Piaget sebelumnya.  Sebagaimana para pendukung konstruktivisme lainnya, Bandura menganggap bahwa belajar ialah proses yang aktif dan menekankan pentingnya keadaan sosial dalam pelajaran.




 Bandura menyebarkan teori kognitif sosial dengan melanjutkan  √ Teori Kognitif Sosial Bandura


Menurut Bandura, menusia hidup tidak dalam isolasi, yang sering ia sebut sebagai “agensi kolektif” (collective agency).  Dalam agensi kolektif, insan bekerja dengan saling percaya dan mempunyai aspirasi bersama, untuk meningkatkan kehidupannya.  Dalam hubungannya dengan bekerja bersama ini, Bandura memperlihatkan teori ihwal efikasi-diri (self-efficacy) dan penerapannya dala pendidikan, kesehatan, psikopatologi, atletik, bisnis, dan kekerabatan internasional.  Bandura beropini bahwa orang mencar ilmu dari pengamatan padasuri tauladan (role model) dalam kehidupan sehari-hari.  Bandura menjelaskan “learning would be exceedingly laborious, not to mention hazardous, if people  have to rely solely on the effects of their own actions to inform them what to do“.  Jadi, apabila insan harus menggantungkan pada imbas tindakannya untuk memberitahukan apa yang akan dilakukan, dalam belajar insan harus bekerja keras, tetapi tidak hingga pada taraf merusak.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 25).



Sumber https://www.asikbelajar.com

Monday, June 18, 2018

√ Alasan Pendukung Joko Widodo Mulai Meninggalkannya

Alasan Pendukung Jokowi Mulai Meninggalkannya √ Alasan Pendukung Jokowi Mulai Meninggalkannya

Alasan Pendukung Jokowi Mulai Meninggalkannya – AsikBelajar.Com.  Ada yang menjadi perhatian kita bersama pasca Pilpres 2014.  Bagaimanapun, sehabis presiden terpilih dilantik secara resmi oleh Dewan yang terhormat, ternyata masih banyak pemberitaan “miring” perihal Jokowi, termasuk partai pendukungnya PDIP.  Kenapa hal tersebut dapat terjadi?  Inilah opini yang dapat dijadikan pertimbangan oleh tim sukses Jokowi untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik…


  1. Dosa Jokowi meninggalkan Solo: Kita tahu bahwa sebelum Jokowi mencalonkan diri menjadi Gubernur Jakarta yaitu bahwa Jokowi masih berstatus walikota Solo.  Dalam perjalanannya dalam jabatan ke-2, ia dan timnya merasa mantap untuk ikut dalam pemilihan Gubernur di Jakarta.  Banyak yang menentangnya, terutama sebab di Solo wakilnya yaitu orang yang beragama non muslim. Alasan tersebut mencuat sebab ada kalangan yang berprinsip tidak mau dipimpin oleh orang Non Muslim.

  2. Dusta Jokowi dengan rakyat Jakarta: Ternyata hal tersebut terulang lagi sehabis Jokowi terpilih menjadi Gubernur Jakarta.  Orang semua tahu Jokowi bersumpah, namun karenanya ia dianggap TIDAK AMANAH.

  3. Janji perihal Departemen Ekonomi Kreatif: Banyak kalangan yang menyayangkan atas kesepakatan Jokowi perihal adanya sebuah departemen yang membidani ekonomi kreatif yang ternyata “hanya” isapan jempol semata alias kesepakatan tinggal janji.

  4. Omongan-omongan yang memancing:  Jokowi pada ketika pilpres terlanjur berucap bahwa penurunan elektabilitas tidak masalah, namun ia dan timnya akan menyelip di tingkungan terakhir.  Nah, omongan ini yang memancing interprestasi banyak analisis.  Ada yang beropini bahwa, Jokowi memakai kecurangan dengan santunan negara-negara “donor”.  Kadang omongannya tidak mencerminkan seorang pemimpin negarawan, tetapi cenderung memprovokasi.

  5. Dianggap Suka Bohong: Masalah kesalahan di Sinabung menjadi rame dibicarakan orang.  Banyak pengguna fesbuk yang menciptakan status bahwa Jokowi “tega” bohongi penduduk Sinabung dengan memberi nomor HP palsu.

  6. Perilaku PDIP:  Partai pendukung Jokowi juga menjadi sorotan publik.  Publik selalu mengaitkan bahwa PDIP yaitu partai yang banyak kadernya tersangkut korupsi.  Hal ini dengan terlihat dalam index korupsi tertinggi nomor satu sebesar 7,8.  Belum lagi tidak konsistennya PDIP dengan “politik” BBM-nya.  Dulu sewaktu pemerintahan SBY, PDIP mati-matian tidak mau ikut menaikkan BBM dengan alasan menyesarakan rakyat, namun sehabis menjadi partai pemerintah PDIP sangat lantang untuk menaikan harga BBM.  Maka PDIP dianggap partai pendusta.

  7. Perilaku Megawati: Perilaku Megawati identikf dengan kesombongan dan keangkuhan pasca hubungannya dengan pemerintahan SBY.

  8. Tidak Berwibawa: Jokowi terkesan tidak memiliki wibawa.  Dia diidentikkan dengan terlalu santun dengan negara lain.

  9. Perilaku Kapolri: Institusi Polisi Republik Indonesia kembali menjadi sorotan publik.  Setelah Kapolri menyampaikan bahwa mau pasang tubuh untuk pemerintahan Jokowi, hal tersebut memancing banyak jawaban beragam.


Namanya juga politik…tidak ada yang abadi…yang infinit yaitu kepentingan….Namun yang perlu kita renungkan yaitu jika pemimpinnya kurang kuat, maka yang lezat yaitu para sponsor dalam mengambil keuntungan…rakyatlah yang akan dirugikan.  Semoga hal tersebut tidak terjadi pada Jokowi. (IMHO).


Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Konsep Pendidikan


Konsep Pendidikan – AsikBelajar.Com.  Beberapa definisi ihwal pendidikan telah dirumuskan. Nadler (1982) mengartikan pendidikan (education) sebagai pembelajaran yang berkaitan dengan pekerjaan tertentu di masa tiba bagi individu yang dipersiapkan.  Rogers, Burdge, Korsching, dan Donnermeyer (1988) mendefinisikan pendidikan sebagai proses di mana suatu kebudayaan (culture) secara formal ditransmisikan kepada si pebelajar.  Sedangkan Chambers (1982) menekankan pendidikan pada aspek mental dan rasionalitas serta pembentukan martabat yang mulia.  Oleh alasannya itu, sanggup dinyatakan bahwa pendidikan yaitu proses transmisi budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya, menekankan pada aspek mental dan rasionalitas, untuk mempersiapkan pekerjaan di masa depan, semoga tercapainya martabat yang mulia.




 Beberapa definisi ihwal pendidikan telah dirumuskan √ Konsep Pendidikan


Sementara itu, berdasarkan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 ihwal Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1, “Pendidikan yaitu perjuangan sadar dan terjadwal untuk mewujudkan suasana berguru dan proses pembelajaran semoga penerima didik secara aktif membuatkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, etika mulia, serta keterampilan yang diharapkan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.  Dari rumusan tersebut sanggup dinyatakan bahwa pendidikan yaitu perjuangan yang harus direncanakan secara matang dalam suatu sistem yang baik.  Pendidikan diarahkan untuk terwujudnya proses pembelajaran dalam suasana belajar, yang berarti terbentuknya masyarakat berguru (learning society).  Dalam hal ini penerima didik secara aktif membuatkan potensi dirinya, atau berarti pemfokusan pada sifat kemandirian penerima didik.  Semua upaya terebut ditujukan pada pengembangan kekuatan spiritual keagamaan (ranah religious-spiritual); pengendalian diri dan kepribadian (psikologi-emosional); kecerdasan (ranah intelektual); etika mulia (ranah etika dan moralitas); keterampilan (ranah profesional); yang diharapkan dirinya (ranah individu); masyarakat (ranah sosial); dan bangsa dan negara (ranah politik).  Makara pendidikan di Indonesia mempunyai dimensi yang luas, mulai dari individu, sosial, psikologi, spiritual, etika-moralitas, intelektual, profesional, hingga ke politik-kebangsaan.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 92).


Sumber https://www.asikbelajar.com

Sunday, June 17, 2018

√ Revitalisasi Pendidikan Di Indonesia



 Dalam upaya mengangkat gambaran dan martabat Bangsa Indonesia di mata dunia internasional √ Revitalisasi Pendidikan di Indonesia


Revitalisasi Pendidikan di Indonesia – AsikBelajar.Com.  Dalam upaya mengangkat gambaran dan martabat Bangsa Indonesia di mata dunia internasional, yang sekarang berada pada tingkat yang tidak menggembirakan, perlu adanya revitalisasi pendidikan dalam arti perubahan-perubahan sistem pendidikan secara mendasar dan konstektual.




Sebagai pinjaman pemikiran, disampaikan beberapa saran sebagai berikut:


  1. pendidikan di Indonesia harus mempunyai landasan filosofi yang kokoh, diarahkan pada penbentukan identitas dan integrasi nasional, ibarat wawasan kebangsaan yang kuat, rasa patriotik yang tangguh, pandangan multikultural yang luas, perilaku kewarganegaraan yang baik, serta ketaatan beragama yang konsisten;

  2. kurikulum harus disusun menurut kajian yang mendalam dan dipilih muatan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan bangsa pada ketika ini, terutama yang menunjang secara eksklusif perkembangan ekonomi, penguatan industri dan perdagangan, penguasaan teknologi, penyiapan tenaga kerja terampil dengan etos kerja yang tinggi, penciptaan lapangan kerja, pembentukan adab yang mulia, serta nasionalisme yang kuat;

  3. adanya upaya peningkatan profesionalisme administrasi pendidikan dan administrasi pembelajaransecara terus menerus, baik pada perencanaan, struktur organisasi, pengembangan SDM, maupun evaluasinya;

  4. berbagi penemuan dalam pembelajaran ibarat Contextual Teaching and Learning (CTL), Quantum Teaching and Learning (QTL), Accellerated Learning (AL),  moving class, dan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) sanggup diadopsi sepanjang menurut analisis kebutuhan yang matang, sesuai dengan karakteristik bidang studi dan penerima didik;

  5. penjaminan mutu harus dilakukan secara terus menerusdan komprehensif untuk seluruh komponen sistem pendidikan adalah input, proses, output, dan outcomes; dan

  6. pengalokasian anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD (UU No. 2O Tahun 2003 Pasal 49 Ayat 1) semoga direalisasikan secara efektif, konsisten, transparan, dan akuntabel.



 Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 95-96).



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Persoalan Kurikulum Pada Isi (Content)



Masalah Kurikulum Pada Isi (Content) – AsikBelajar.Com.  Kurikulum merupakan aspek yang sangat dasar dalam pendidikan.  Yang dimaksud kurikulum disini mengacu pada isi (content) pembelajaran.  Dari segi kurikulum ini sanggup diungkapkan masalah-masalah kesederhanaan, keterkaitan, dan relevansi.


 Kurikulum merupakan aspek yang sangat dasar dalam pendidikan √ Masalah Kurikulum Pada Isi (Content)




Isi kurikulum yang disusun terlalu rinci dalam pelaksanaannya akan menjadi kurang elastis untuk menjawab persoalan-persoalan yang berkembang begitu cepatnya di masyarakat, serta mengurangi kurang gerakdan kreativitas guru dalam menciptakan keputusan-keputusan situasional.  Sebaliknya kalau isi kurikulum disusun terlalu global, guru dikhawatirkan kurang siap untuk menjabarkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.  Guru yang kurang bisa mentransformasi contoh pokok ini sanggup menjadikan kehilangan arah dan secara serampangan memilih isi kurikulum yang diajarkannya.




Selama ini, pola yang ditempuh dalam merumuskan isi kurikulum yakni monodisipliner, sehingga satu mata pelajaran dengan yang lainkurang ada keterkaitan.  Padahal proses transmisi budaya sanggup dilakukan secara efektif apabila ada keterkaitan antara unsur-unsur budaya yang ditransmisikan.




Relevansi kurikulum terhadap realitas hidup juga merupakan perkara krusial yang perlu dipikirkan.  Isi kurikulum sering kurang menyentuh kehidupan aktual di masyarakat.  Contoh-contoh mengenai kondisi yang berkembang di masyarakat kurang menerima penekanan.  Akibatnya seperti perkembangan di sekolah terpisah dari perkembangan yang terjadi di luar sekolah.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 101).



Sumber https://www.asikbelajar.com

Saturday, June 16, 2018

√ Make A Match



 ialah suatu tipe Model pembelajaran Konsep √ Make A Match


Model Pembelajaran Make A Match ialah suatu tipe Model pembelajaran Konsep. Model pembelajaran ini mengajak murid mencari balasan terhadap suatu pertanyaan konsep melalui suatu permainan kartu pasangan (Komalasari, 2010: 85).


Langkah langkah Model Pembelajaran Make A Match berdasarkan Lorna Curran(Komalasari, 2010: 85) ialah sebagai berikut:



  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu penggalan kartu soal dan penggalan lainnya kartu jawaban.

  2. Setiap siswa menerima satu buah kartu.

  3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.

  4. Setiap siswa mencari pasangan yang memiliki kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban).

  5. Setiap siswa yang sanggup mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point.

  6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi biar tiap siswa menerima kartu yang berbeda dari sebelumnya.

  7. Demikian seterusnya.

  8. Kesimpulan/penutup


Pustaka :

Ngalimun, 2012.  Strategi dan Model Pembelajaran. Banjarmasin: Scripta Cendekia.




Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Persoalan Seni Administrasi Pembelajaran



 Manusia yang dibutuhkan terwujud dalam proses pendidikan yakni insan yang kreatif √ Masalah Strategi Pembelajaran


Masalah Strategi Pembelajaran – AsikBelajar.Com.  Manusia yang dibutuhkan terwujud dalam proses pendidikan yakni insan yang kreatif, mandiri, bertanggung jawab, terbuka, dan bisa mencar ilmu sendiri.  Namun, suatu kenyataan bahwa masih banyak guru yang sekedar memperlihatkan isu secara satu arah dalam bentuk ceramah dan instruksi-instruksi untuk mengerjakan sesuatu kepada siswa.  Dengan seni administrasi ini siswa menjadi kurang kreatif, kurang mandiri, dan bersikap pasip.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 102).



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Duduk Kasus Pengelolaan Kelas



Masalah Pengelolaan – AsikBelajar.Com.  Struktur kelas yang ada kini umumnya paralel  dengan struktur pabrik (Toffler, 1981).  Biasanya struktur organisasi kelas terdiri atas seorang guru di hadapan sejumlah siswa.  Siswa-siswa duduk di dingklik yang diatur  secara berbaris menghadap ke muka.  Struktur ini terus berlangsung dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi tinggi.  Struktur semacam ini tidak bisa memhadapi perubahan masyarakat yang semakin kompleks yang bergeser dari contoh hirarki ke contoh jaringan (network).


 Struktur kelas yang ada kini umumnya paralel √ Masalah Pengelolaan Kelas




Dalam pengelolaan di kelas banyak terjadi guru terbiasa “bersembunyi” di balik meja dengan segala “kewibawaannya”.  Kondisi menyerupai ini kurang menguntungkan dalam pembelajaran dasar yang perlu pembangkitan motivasi siswa.  Ditambah lagi, tidak sesuai dengan tugas guru sebagai motivator, pengembang, fasilitator, dan kawan bagi siswa.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 102).



Sumber https://www.asikbelajar.com

Friday, June 15, 2018

√ Masalah-Masalah Yang Timbul Berkenaan Dengan Berguru Dasar



Masalah-Masalah yang Timbul Berkenaan dengan Belajar Dasar – AsikBelajar.Com.  Paling sedikit terdapat tiga problem pokok berkenaan dengan mencar ilmu dasar di Indonesia, yaitu:



  1. Masalah-masalah kurikulum (klik disini),

  2. Strategi pembelajaran (klik disini),

  3. Pengelolaan (klik disini).


Ketiga problem tersebut merupakan aspek-aspekpenting dalam proses pendidikan.



Masalah yang Timbul Berkenaan dengan Belajar Dasar  √ Masalah-Masalah yang Timbul Berkenaan dengan Belajar Dasar


Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 101).



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Alternatif Pemecahan Persoalan Berguru Dasar



Alternatif Pemecahan Masalah Belajar Dasar √ Alternatif Pemecahan Masalah Belajar Dasar


Alternatif Pemecahan Masalah Belajar Dasar – AsikBelajar.Com.  Terhadap masalah-masalah yang timbul berkenaan dengan berguru dasar yang mencakup isi kurikulum, seni administrasi pembelajaran, dan pengelolaan sanggup dikemukaan beberapa pemecahannya sebagai berikut:


  1. Isi kurikulum hendaknya disusun secara global dalam bentuk kompetensi dasar, sedangkan secara rinci diserahkan kepada guru untuk membuatkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan (hal ini sesuai dengan KTSP), dan untuk membantu pembagian terstruktur mengenai tersebut perlu dibentuk manual serta tersedianya bimbingan dan konsultasi;

  2. Dalam penyusunan isi kurikulum dipergunakan pola multidisipliner untuk tiap-tiap mata pelajaran, contohnya untuk membaca dan menulis perlu secara konstekstual mencakup juga informasi dari Matematiks, IPA, dan IPS;

  3. Relevansi kurikulum terhadap realitas kehidupan sanggup ditempuh, misal dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, isi kurikulum relevan dengan tradisi, kebiasaan, nilai-nilai kehidupan, dan perkembangan teknologi sekarang, begitu pula untuk matematika perlu memakai contoh-contoh yang terjadi dalam kehidupan nyata;

  4. Strategi pembelajaran yang memupayakan keterlibatan mental siswa secara optimal harus dilakukan, dengan catatan seni administrasi ini dilarang disalahartikan seakan-akan guru sudah tidak punya acara lagi; dan

  5. Organisasi kelas di masa depan sanggup diatur secara bervariasi; kemungkinan sanggup terjadi kelas dengan beberapa guru menghadapi sekelompok siswa, siswa diorganisasi dalam satgas-satgas atau tim proyek, dan siswa sanggup berpindah-pindah dari kiprah kelompok ke kiprah individual, serta sanggup diatur siswa berpindah-pindah dari ruang kelas mata pelajaran tertentu ke ruang kelas mata pelajaran lain (moving class).



Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 102-103). 



Sumber https://www.asikbelajar.com

Thursday, June 14, 2018

√ Pendidikan Anak Usia Dini


Pendidikan Anak Usia Dini – AsikBelajar.Com.  Di Indonesia, pendidikan pada tahap awal diwadahi dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Pendidikan anak usia dini sanggup diselenggarakan melalui pendidikan formal, non formal, dan/atau informal (UU No.20 Tahun 2003  wacana Sistem Pendidikan Nasional Pasal 28 Ayat 2). Pendidikan anak usia dini ini dinilai paling strategis, alasannya ialah memilih kualitas SDM dan pemimpin-pemimpin bangsa 30-40 tahun mendatang.


 pendidikan pada tahap awal diwadahi dalam pendidikan anak usia dini  √ Pendidikan Anak Usia Dini

Menurut Pasal 28 Ayat 3 UU No.20/2013 disebutkan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudahtul Athfal (RA),atau bentuk lain yang sederajat.  Selanjutnya, pada Pasal 28 Ayat 4 dijelaskan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur non-formal berbentuk Kelompok Bermain (KB),Taman Penipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajad.  Sedangkan Pasal 28 Ayat 5 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur informal berbentuk pendidikan Keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.



Salah satu pola pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal ialah PAUD yang dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Anak Saleh (YPAS) di Malang.  YPAS menyelenggarakan program-program “pendidikan unggul yang bercirikan Islam”.  Karena dengan keunggulan (excellence) dan ke-islam-an ini dibutuhkan sanggup membentuk “manusia-manusia unggul”, baik dari segi intelektual, sosial maupun spiritual.  Sesuai dengan nama Yayasan Pendidikan Anak Saleh, sanggup dikatakan bahwa YPAS menginginkan adanya pendidikan yang mendorong anak menjadi sholeh, yaitu anak yang selalu berbuat kebajikan untuk dirinya, keluarganya, bangsanya, dan seluruh umat vAnak Saleh, yang mencakup KB Anak Saleh,  Taman Kanak-kanak Anak Saleh, TPA Anak Saleh, English Center (English Core), sebagai English for Young Learners, Arabic for Children (Arabic Corner) dan Daily Bilingual (Bahasa Inggeris dan Bahasa Indonesia).


Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 106).



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Akademi Tinggi: Perspektif Historis



 Indonesia merupakan negara tergolong gres dalam pengembangan perguruan tinggi tinggi √ Perguruan Tinggi: Perspektif Historis


Perguruan Tinggi: Perspektif Historis – AsikBelajar.Com. Sebagaimana di negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan negara tergolong gres dalam pengembangan perguruan tinggi tinggi.  Eurich (1981) mengungkapkan universitas yang tertua ialah Jondishapur di Ahwaz, Iran kala ke-3, dengan fakultas-fakultas filsafat, kedokteran, dan farmasi. Di Eropa, Oxforddan Sorbone masing-masing muncul pada kala ke-12 dan ke-13, universitas-universitas di Heideberg dan Krakow, Jerman pada kala ke-14.  Kemudian Uppsala University di Swedia mengikuti pada kala berikutnya. Sementara itu, di Meksiko bangun Royal and Pontifical University pada tahun 1551; serta Kanada dan Amerika Serikat memulai membuatkan perguruan tinggi tinggi  melalui inisiatf pihak swasta, pada kala ke-17. Di Amerika Serikat, pada kala itu berdirilah perguruan-perguruan tinggi (yang kini dikatakan perguruan tinggi tinggi tua) Harvard, William and Mary, Yale, New Jersey, King, Philadelphia, Rhode Island, Queen, dan Darthmouth (Rudolph, 1962).  Sedangkan Australia dan Jepang gres membuatkan perguruan tinggi tinggi pada kala ke-19, disusul oleh Thailand pada kala ke-20 (termasuk Indonesia).




Sekalipun ada anggapan bahwa perguruan tinggi tinggi di Indonesia sudah ada semenjak jaman Sriwijaya pada kala ke-16, tetapi perguruan tinggi tinggi “modern” pertama kali bangun di Indonesia ialah Sekolah Dokter Jawa pada tahun 1851, yang pada tahun 1902 sekolah tersebut berubah namanya menjadi School Tot opleiding Van Inlandsch Artzen (STOVIA).  Khusus untuk teknik didirikan sekolah tinggi teknik yang berjulukan Technische Hoge Scholl (THS) di Bandung pada tahun 1920, yang pada hasilnya berjulukan Institut Teknologi Bandung.  Indonesia gres mempunyai model perguruan tinggi tinggi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia pada tahun 1946, yaitu Universitas Darurat di Jakarta, yang kemudian menjadi Universitas Indonesia pada tahun 1947.  Pada tahun 1949 berdirilah Universitas Gajah Mada di Yogyakarta; dan pada tahun 1954 Universitas Airlangga di Surabaya diresmikan (Siswohartono, 1992).  Setelah itu perkembangan perguruan tinggi tinggi di Indonesis begitu pesatnya.




Dari tinjauan historis di atas, sanggup disebutkan bahwa perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia relatif masih tergolong muda; sebagian besar perguruan tinggi tinggi di Indonesia lahir sesudah tahun 1950-an.  Oleh alasannya ialah itu, masuk akal apabila hingga kini pada umumnya perguruan tinggi tinggi di Indonesia masih dalam mencari-cari bentuk yang mapan.




Sumber:

Sohandji, Ahmad.  2012. Manusia, Teknologi, Dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru.  Malang: Universitas Negeri Malang. (hal. 115-116). 



Sumber https://www.asikbelajar.com

Wednesday, June 13, 2018

√ Pair Check



Satu lagi Model Pembelajaran siswa berpasangan √ Pair Check


Satu lagi Model Pembelajaran siswa berpasangan, yakni Pair Check. Model pembelajaran ini juga untuk melatih rasa sosial siswa, kolaborasi dan kemampuan memberi penilaian.

Langkah-langkah Pembelajarannya sebagai berikut :



  1. Bekerja Berpasangan; Guru membentuk tim berpasangan berjumlah 2 (dua) siswa. Setiap pasangan mengerjakan soal yang pas lantaran semua itu akan membantu melatih siswa dalam menilai.

  2. Pelatih Mengecek; Apabila patner benar instruktur memberi kupon.

  3. Bertukar Peran; Seluruh patner bertukar tugas dan mengulangi langkah 1 – 3.

  4. Pasangan Mengecek; Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban.

  5. Penegasan Guru; Guru mengarahkan balasan /ide sesuai konsep.


Pustaka :

Ngalimun, 2012.  Strategi dan Model Pembelajaran. Banjarmasin: Scripta Cendekia.




Sumber https://www.asikbelajar.com

√ 4 Penyebab Pinjaman Joko Widodo Menurun



 Tulisan ini yaitu hasil dari mencermati pendapat Denny JA wacana prilaku Jokowi sebagai √ 4 Penyebab Dukungan Jokowi Menurun


4 Penyebab Dukungan Jokowi Menurun – AsikBelajar.Com.  Tulisan ini yaitu hasil dari mencermati pendapat Denny JA wacana prilaku Jokowi sebagai pigur seorang presisen Indonesia.  Kenapa goresan pena ini jadi menarik untuk disimak? Pertama alasannya yaitu sdr. Denny JA yaitu orang yang sangat berperan dalam kemenangan Jokowi dalam pilpres 2014.  Kedua alasannya yaitu sdr Denny JA yaitu seorang profesional di bidang opini publik. Ketiga yaitu alasannya yaitu sdr. Denny JA memiliki “tangan” yang banyak di lapangan untuk mendapat data melalui surveynya dengan metode statistiknya.  Dengan tiga alasan tersebut (sebenarnya masih banyak kehebatan Denny JA), sangat rasional kalau “kicauannya” menjadi sesuatu yang sangat perlu kita cermati, apalagi menyangkut seorang presiden yang kebetulan pernah menjadi kliennya.




Adapun judul artikel aslinya yaitu Denny JA: Belum 100 hari, Jokowi Sudah ‘Blunder’ Empat Kali yang kami ambil dari http://www.republika.co.id/ dan diakses tanggal 22/11/2014.  Dan dalam artikel lainnya Denny JA menyampaikan bahwa dukungan yang ada kepada Jokowi di bawah angka 50%.  Apa saja 4 yang dianggap Denny sumber kesalah Jokowi? ialah…


Blunder keempat: penunjukan Jaksa Agung berasal dari partai politik. Puncak tertinggi penegakkan aturan tak menciptakan publik nyaman. Penunjukkan jaksa agung ini sanggup menjauhkan Jokowi dari pendukung utamanya: aneka civil society yg sangat concern dgn penegakkan hukum.





Blunder ketiga yaitu dikala menaikkan harga BBM dalam waktu yang tidak tepat. Saat ini harga minyak dunia justru turun. Blunder BBM ini menjauhkan Jokowi dari pendukung tradisionalnya: wong cilik. Dari Pilpres Juli lalu, alasannya yaitu wong cilik ini Jokowi menang tipis atas Prabowo. Kini sebagian wong cilik mulai menjauh dari Jokowi. 




Blunder kedua yaitu ketika Jokowi menjanjikan kabinet “non-transaksional, the dream team.” Publik sangat merindukannya terwujud. Yang terjadi, kabinet “as usual,” penuh dengan transaksi dan kompromi. Banyak yg bukan “the right person in the right place.” 




Blunder pertama yaitu kesepakatan membentuk kabinet ramping. Cukup lihat di google mengenai kesepakatan kampanye itu. Publik sudah membayangkan reformasi yg akan dilakukan Jokowi atas jumlah kementrian, membuatnya lebih ringkas dan efektif. Yang terjadi kembali kabinet “as usual” yang sama banyaknya dengan kabinet presiden SBY. Beda antara kesepakatan dan realisasi.




Itulah 4 Blunder yang dilakukan oleh Jokowi berdasarkan Denny JA.  Yang menjadi pertanyaan kita yaitu kenapa Jokowi melakukannya? Apakah konsultan politik atau orang dekatnya tidak menawarkan “bantuan” pemandangan terhadap keputusan yang akan diambil? Entahlah (IMHO).



Sumber https://www.asikbelajar.com

Tuesday, June 12, 2018

√ Google Rayakan Hari Guru Nasional



Google Rayakan Hari Guru Nasional – AsikBelajar.Com.  Hari ini ada yang berbeda bagi peselancar di dunia maya internet yang memakai web browsing Google.  Bedanya jikalau hari-hari biasanya Google tampil “cukup” dengan goresan pena namanya saja, kecuali ada hari special.  Nach hari Selasa ini tepatnya 25 Nopember 2014 di Indonesia lagi merayakan Hari Guru Nasional.  Ternyata Googlepun ikut merayakannya.  Bagaimana caranya? Caranya Google menciptakan tampilan nama “Google” menjadi “foto” seorang guru yang memiliki aktivivas berbeda.  Coba perhatikan gambar di bawah ini…




 Hari ini ada yang berbeda bagi peselancar di dunia maya internet yang memakai web bro √ Google Rayakan Hari Guru Nasional




Walaupun Google tidak dapat berkata-kata namun tersirat bahwa Google turut serta merayakan Hari Guru Nasional.  Sepertinya Google mengerti bahwa profesi guru ialah profesi yang istimewa untuk diucapkan dalam bentuk visual gambar “guru” dalam bentuk nama Google tersebut.  Google juga ingin mencicipi getaran-getaran seorang satria tanpa tanda jasa ini.  Selamat Hari Guru Nasional, biar Guru Indonesia tetap semangat dan tambah kreatif serta menghasilkan TUNAS-TUNAS BANGSA sesuai cita-cita kita bersama.  Aamiin.



Sumber https://www.asikbelajar.com

√ Pilihlah Daku Kamu Ku Tipu (Pdk2t)



 Judul goresan pena ini diinspirasi oleh dongeng LUPUS yang aslingya yaitu  √ Pilihlah Daku Kau Ku Tipu (PDK2T)


Pilihlah Daku Kau Ku Tipu (PDK2T) – AsikBelajar.Com.  Judul goresan pena ini diinspirasi oleh dongeng LUPUS yang aslingya yaitu “Kejarlah Daku Kau Ku Jitak”.  Tapi goresan pena ini hanya ingin bercerita ditambah opini perihal kenyataan yang terjadi pasca pemilu pemilihan presiden tahun 2014 ini.  Hal ini diawali dari sebuah dongeng antara penulis dengan seorang tukuang cukur yang umurnya sudah lanjut.  Suatu kali, entah kenapa bapak bau tanah itu sedikit “curhat” dengan sedikit kesal kepadaku.  “Baru beberapa bulan jadi presiden sudah menaikan bbm” begitu awalnya memulai pembicaraan.  Maka akupun bertanya, “apakah barang-barang lain ikut naik Pa” tanyaku.  “Jelaslah, semua pada ikut naik, mulai cabai hingga angkutan” katanya dengan bunyi kecewa.  Akupun sanggup memaklumi kekesalan bapak bau tanah langgananku ini.  Terus bapak bau tanah melajutkan curhatnya…”dulu, jaman Soeharto masyarakat diberi lahan kepada transmigrasi.  Sebelum menghasilkan, mereka diberi jatah masakan untuk hidup.  Pupuk gratis. Hasilnya bukan untuk pemerintah, melainkan untuk masyarakat sendiri.  Sekarang boro-boro diberi, eh malah di gusur”.  Begitulah dialog kami selama potong rambut di kawasan bapak tua.




Apa yang sanggup kita ambil dari dongeng tersebut? Secara implisit, bapak bau tanah tersebut sanggup mewakili “komunitas”nya.  Kita sebagai bab dari “mereka” harusnya sudah saatnya peka dengan kondisi sekarang.  Rakyat dibagian akar rumput gotong royong tidak neko-neko.  Rakyat cara berpikirnya sangat sederhana.  Mereka sudah cerdas dan sanggup mencermati janji-janji politik para politikus sekarang.  Sederhana aliran mereka yaitu bagaimana harga-harga yang ada di pasaran tersebut sanggup terjangkau dengan daya beli mereka.  Pengalaman mengatakan bahwa, kenaikkan BBM selalu diikuti harga kebutuhan lainnya.  Karena tugas BBM sebagai pengerak transfortasi, mesin produksi dll.  Lalu, apa yang dirasakan rakyat pemilih dalam pilpres 2014 kemarin? Jelas kecewa, bahkan mereka merasa “tertipu” dengan gaya “blusukan” dan gaya sederhana sang presiden.  Sang presiden dianggap mereka tidak “peka” mencicipi penderitaan mereka.  Salahkah mereka membandingkannya dengan presiden terdahulu? Tentu tidak dan itu sah-sah saja sebagai hak warga negara selama tidak menciptakan instabilitas nasional.  Lalu dalam hatikupun ingat judul buku LUPUS yang saya modif menjadi Pilihlah Daku Kau Ku Tipu (PDK2T).



Sumber https://www.asikbelajar.com