Thursday, December 28, 2017

√ Pengertian, Perbedaan Puisi Usang & Puisi Baru, Serta Contoh

Pengertian, Perbedaan Puisi Lama & Puisi Baru, Serta Contoh - Puisi merupakan salah satu hasil karya sastra berupa goresan pena yang di dalamnya identik dengan kata-kata indah pada setiap susunan baris atau baitnya. Dengan media berupa goresan pena ibarat ini insan sanggup memakai ide-ide terbaiknya untuk dituangkan dalam sebuah karya sastra. Dalam penulisan isi puisi tersebut biasanya penyair mengungkapkan curahan hati, memberikan kesan senang akan suatu insiden peristiwa, ucapan terimakasih dengan seseorang, dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat, maka puisi juga mengalami perubahan salah satunya yaitu dalam tata cara penulisan. Sehingga puisi juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu puisi usang dan puisi baru. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian, perbedaan, serta beberapa contoh mengenai puisi usang dan puisi baru.

Pengertian Puisi Lama


Puisi usang yaitu suatu sastra yang masih sangat terikat akan syarat-syarat yang diberlakukan dan masih memakai beberapa metode atau hukum dengan susunan bahasa tertentu dalam penulisannya. Puisi usang juga terdiri dari banyak sekali macam jenis  diantaranya yaitu pantun, gurindam, syair, bidal, karmina, dan mantra. Biasanya puisi usang ini tidak diketahui dengan terang siapa nama pengarangnya, lantaran puisi ini dari warisan yang bersifat turun-temurun. Kaprikornus cukup sulit dalam memilih siapa penulis puisi tersebut.

Pengertian Puisi Baru


Puisi gres merupakan suatu karya tulis yang sudah dipengaruhi oleh beberapa jenis puisi yang berasal dari barat. Sehingga puisi ini susunannya bebas dan sangat beda dengan puisi usang yang selalu terikat dengan syarat-syarat penulisan keberlakuannya. Puisi gres ini tidak terikat akan unsur-unsur yang membangunnya, sehingga tidak ada batasan tertentu dalam memilih baris, bait, irama, maupun rima pada proses penulisannya.

Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru


Puisi usang sangat terikat dengan unsur-unsur yang ada ibarat irama, jumlah baris, pemilihan kata, dan sebagainya. Sehingga puisi usang ini juga mempunyai makna yang sangat padat dan tidak terbebaskan dari ketentuan-ketentuan dalam penyusunannya. Puisi ini merupakan karya sastra yang berisikan perihal nasihat-nasihat dan kerakyatan, sehingga sulit untuk dikenal siapa yang telah mengarangnya. Sastra ini termasuk dalam sastra lisan lantaran penyampaiannya dari lisan ke lisan mengenai sebuah kisah masyarakat sehingga tersebar dari satu ke yang lain.

Sedangkan puisi gres sangat tidak terikat dengan hukum rima, irama, baris, dan bait dalam penulisannya. Puisi ini biasanya berisikan mengenai ungkapan perasaan sesesorang sehingga sanggup dengan gampang untuk dikenal siapa penulisnya dan puisi gres disampaikan dengan lisan maupun juga tulisan. Irama yang dipakai sungguh cukup dinamis dengan mengikuti pola pikiran dan perasaan penyair hingga menjadikan kesan imajinatif yang selaras. Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh mengenai puisi gres dan puisi lama.

Contoh puisi baru


Hati Yang Tak Terpaut Dengan-NyA

Duniaku kelam ketika malam tiba dengan pandang gelap
Tiada lagi kenal akan panutan yang lurus sang pencipta
Ada tutunan agama tapi masih terasa terlena
Jelas dengan adanya pedoman yang sanggup menentramkan

Sungguh tiada lagi keutuhan bahagia
Lembar-lembar pacuan hidup itu sekarang penuh dengan debu
Tiada lagi tersentuh lembut dengan kedua tanganmu
Usang akan kotoran yang melekat dimushaf-mushaf itu

Sholat sebagai pendiri agama tidak sekokoh kamu dirikan
Tiada mengenali panutan hidup jadi patokan
Keadaan kejam telah membutakan mata hati
Segala ajakan tak akan pernah terdengarkan lagi

Sombong itulah sifat terbaik yang kamu miliki
Iri hati tersemai dalam hati sanubari yang suci terasuki
Ngerumpi telah menjadi kebiasaan dilakukan sehari-hari
Jiwa kaku tanpa adanya siraman sesejuk rohani

Engkau tak sadarkah?
Usia telah semakin menua dijemput sang senja
Tiupan dahsyat siap dilontarkan oleh sangkakala
Akankah terbiarkan ragamu terkoyak dengan dakjal yang luar binasa?
Atau engkau akan kembali ke jalan lurus bersama taubatan nasuha
Sebelum benar-benar malaikat mencabut nyawa
Advertisement

Cinta Bersemi

Saat kamu tiba sempurna saatku sendirian
Melalui hari bersama langkah gapai pendidikan
Sang raja terpaut akan pesona pemaisuri tak bertahta
Bukan dengan kereta kencana melainkan tiba dengan cinta

Hari berganti hari senyap namun tanpa sepi
Warna-warni kupu-kupu indah di tengah taman
Ia berhinggap sempurna pada peraduan bunga-bunga bermekaran
Sangat senang suasana hati yang terselimuti

Dinda? Ya dengan sebutan dinda kamu memanggilnya
Tiada cara sederhana untuk memperlakukan kamu atas dasar cinta
Engkau tahukan yang saya punya hanya cinta?
Iya saya hanya mempunyai cinta
Cinta yang sesungguhnya
Bukan cinta permainan
Tapi cinta akan penerimaan nrimo mendapatkan adanya

Tertatap anggun langit biru di awan cerah
Sungguh ini yaitu sebuah nikmat anugrah
Ya Rabb jangan kamu biarkan hati berlabuh
Jika itu hanya cinta buatan apa lagi gurauan

Sungguh hati ini hanya ingin terpaut dengan yang beriman
Bukan yang tampan apa lagi akan harta bergelimangan
Tapi atas dasar berpengaruh pada pedoman
Agar kelak menjadi keluarga idaman

Contoh puisi lama


Sajak Cerita Lama

Pada waktu itu saya duduk termenung
Menatap suasana hari di awan tampak mendung
Hati menggebu-gebu ingin bertemu dengan yang berkerudung
Sungguh indah nampak mahkota dengan tudung

Saatku buka mata lentera terlihat
Keadaan menguak jiwa yang jahat
Pujangga tiba saya terselamat
Bahagia terselimuti tidak ingin tamat

Senyum tersipu tanda engkau bersahaja
Teduhkan pandangan menundukkan kebahagiaan
Kedipkan mata menggoyahkan insan bercinta
Alangkah indah rasa yang telah tercurahkan

Sungguh kebahagiaan tiba bersama sang surya
Menggugah bunga-bunga yang layu di taman
Engkau tiba beralaskan cinta semata
Terpaut hati dengan balutan penuh keimanan
Sumber http://www.kelasindonesia.com