Monday, December 11, 2017

√ Klarifikasi Detail Perihal Cara Bernegosiasi Dengan Baik

Penjelasan Detail wacana Cara Bernegosiasi dengan Baik - Negosiasi yaitu sebuah keterampilan yang dimiliki oleh banyak orang. Namun ada beberapa hal yang perlu sahabat – sahabat ketahui semoga kalian sanggup bernegosiasi dengan baik. Kali ini kita akan membahas apa saja yang sahabat – sahabat harus pelajari untuk bernegosiasi. Berikut yaitu penjelasan detail wacana cara bernegosiasi dengan baik.

A. Apa itu Negosiasi?


Negosiasi yaitu metode yang dipakai orang untuk menuntaskan perbedaan. Ini yaitu proses di mana kompromi atau kesepakatan dicapai sembari menghindari pertengkaran dan perselisihan.

Dalam perselisihan apa pun, individu sewajarnya mempunyai tujuan untuk mencapai hasil terbaik untuk posisi mereka (atau mungkin organisasi yang mereka wakili). Namun, dalam prinsip keadilan, mencari laba bersama dan menjaga kekerabatan yaitu kunci untuk mencapai kesuksesan atau hasil yang terbaik.

Bentuk-bentuk perundingan tertentu dipakai dalam banyak situasi: contohnya urusan internasional, sistem hukum, pemerintah, perselisihan industrial atau kekerabatan domestik. Namun, keterampilan perundingan umum sanggup dipelajari dan diterapkan dalam banyak sekali kegiatan. Keterampilan perundingan sanggup sangat bermanfaat dalam menuntaskan perbedaan yang muncul antara seseorang dan orang lain.

B. Tahapan Negosiasi


Untuk mencapai hasil yang diinginkan, mengikuti pendekatan terstruktur untuk bernegosiasi sanggup berguna. Misalnya, dalam situasi kerja rapat mungkin perlu diatur semoga semua pihak yang terlibat sanggup bersatu.

Proses perundingan mencakup tahapan-tahapan berikut ini:

1. Persiapan
2. Diskusi
3. Klarifikasi tujuan
4. Negosiasi menuju hasil Menang-Menang (Win-Win outcome)
5. Perjanjian
6. Implementasi tindakan

C. Penjabaran Tahapan Negosiasi


1. Persiapan

Sebelum perundingan terjadi, keputusan harus diambil wacana kapan dan di mana pertemuan akan diadakan untuk membahas duduk masalah dan siapa yang akan hadir. Menetapkan skala waktu yang terbatas juga sanggup membantu untuk mencegah perselisihan berlanjut.

Tahap ini termasuk memastikan semua fakta dari situasi terkait yang diketahui untuk memperjelas posisi seseorang. Hal ini termasuk mengetahui 'aturan' organisasi seseorang, kepada siapa santunan diberikan, kapan santunan tidak terasa sesuai dan alasan penolakan tersebut. Organisasi seseorang mungkin mempunyai kebijakan yang sanggup dirujuk sebagai persiapan untuk negosiasi.

Melakukan persiapan sebelum membahas ketidaksepakatan akan membantu untuk menghindari konflik lebih lanjut dan menghindari membuang-buang waktu selama pertemuan.

2. Diskusi

Selama tahap ini, individu atau anggota dari masing-masing pihak mengajukan masalah menyerupai yang mereka lihat, yaitu pemahaman mereka wacana situasi tersebut.

Kunci keterampilan dalam tahap ini termasuk bertanya, mendengarkan dan mengklarifikasi.

Terkadang menciptakan catatan selama tahap diskusi sangat membantu untuk mencatat semua poin yang diajukan jikalau dibutuhkan penjelasan lebih lanjut. Mendengarkan masalah yang disampaikan sangatlah penting, alasannya ketika terjadi perselisihan sangat gampang untuk menciptakan kesalahan dengan menyampaikan banyak hal namun terlalu sedikit untuk mendengarkan. Setiap pihak harus mempunyai kesempatan yang sama untuk memberikan masalah mereka.

3. Klarifikasi Tujuan

Diskusi, tujuan, kepentingan, dan sudut pandang dari kedua belah pihak yang berselisih perlu diklarifikasi.

Membuat daftar faktor-faktor tersebut di atas sangatlah membantu dalam urutan prioritas. Melalui penjelasan ini, seringkali dimungkinkan untuk mengidentifikasi atau membangun landasan bersama. Klarifikasi yaitu bab penting dari proses negosiasi, alasannya tanpa tahapan ini kesalahpahaman mungkin terjadi yang sanggup mengakibatkan duduk masalah dan kendala untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Advertisement
4. Bernegosiasi Menuju Hasil Menang-Menang (Win-Win outcome)

Tahap ini berfokus pada apa yang disebut sebagai hasil 'win-win' di mana kedua belah pihak merasa mereka telah memperoleh sesuatu yang aktual melalui proses perundingan dan kedua belah pihak merasa sudut pandang mereka telah dipertimbangkan.

Hasil win-win biasanya merupakan hasil terbaik. Meskipun tidak selalu mungkin, melalui negosiasi, win-win harus menjadi tujuan akhir.

Saran seni administrasi alternatif dan kompromi perlu dipertimbangkan pada dikala ini. Kompromi sering disebut sebagai alternatif aktual yang seringkali dipakai untuk mencapai manfaat lebih besar bagi semua pihak dibandingkan dengan berpegang pada posisi semula.

5. Perjanjian

Perjanjian sanggup dicapai sesudah pemahaman wacana sudut pandang dan kepentingan kedua belah pihak telah dipertimbangkan.

Sangat penting bagi semua orang yang terlibat untuk tetap berpikiran terbuka untuk mencapai solusi yang sanggup diterima. Kesepakatan apa pun harus dibentuk sangat terang sehingga kedua belah pihak tahu apa yang telah diputuskan.

6. Menerapkan Arah Tindakan

Dari perjanjian tersebut, tindakan harus dilakukan untuk melakukan keputusan.

D. Negosiasi Informal


Ada kalanya perundingan lebih informal sanggup terjadi. Pada saat-saat menyerupai itu, ketika perbedaan pendapat muncul, mustahil atau tidak sempurna untuk melalui tahapan yang ditetapkan di atas secara formal menyerupai di atas.

Namun demikian, mengingat poin-poin utama dalam tahap perundingan formal mungkin sangat membantu dalam banyak sekali situasi informal.

Dalam setiap negosiasi, tiga elemen berikut ini penting dan kemungkinan akan mempengaruhi hasil final dari negosiasi:

1. Sikap
2. Pengetahuan
3. Keterampilan Interpersonal

E. Penjabaran Elemen Negosiasi Informal


1. Sikap

Semua perundingan sangat dipengaruhi oleh sikap yang mendasari proses itu sendiri, contohnya sikap terhadap duduk masalah dan kepribadian yang terlibat dalam masalah tertentu atau sikap yang terkait dengan kebutuhan eksklusif untuk pengakuan.

Selalu sadar bahwa:

• Negosiasi bukanlah arena untuk realisasi pencapaian individu.
• Kebencian sanggup terjadi terhadap kebutuhan untuk bernegosiasi oleh mereka yang berwenang.
• Fitur perundingan tertentu sanggup memengaruhi sikap seseorang, contohnya beberapa orang mungkin menjadi defensif.

2. Pengetahuan

Semakin banyak pengetahuan yang seseorang miliki wacana duduk masalah yang dipermasalahkan, semakin besar partisipasinya dalam proses negosiasi. Dengan kata lain, persiapan yang baik sangatlah penting.

Masalah yang dinegosiasikan harus dipahami alasannya perundingan akan memerlukan metode yang berbeda dalam situasi yang berbeda pula.

3. Kemampuan interpesonal

Keahlian interpersonal yang baik sangat penting untuk perundingan yang efektif, baik dalam situasi formal dan dalam perundingan yang informal.

Demikianlah penjelasan detail wacana cara bernegosiasi dengan baik. Semoga penjelasan di atas sanggup dipahami dan menambah pengetahuan sahabat – teman. Semoga bermanfaat!


Sumber http://www.kelasindonesia.com