Wednesday, September 13, 2017

√ Validitas Eksternal: Pengertian Rumus Dalam Arikunto



AsikBelajar.Com | Instrumen yang dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai dengan data atau gosip lain yang mengenai variabel penelitian yang dimaksud.Sebagai contoh, contohnya peneliti akan mengetahui validitas tes IPS. Caranya ialah mencobakan tes tersebut kepada siswa yang diambil sebagai subjek uji coba. Hasil yang diperoleh kemudian dikorelasikan dengan nilai IPS bawah umur tersebut, contohnya dari nilai tes sumatif atau nilai rapor. Nilai rapor ini dijadikan sebagai ukuran atau kriterium. Oleh alasannya ialah letaknya ada di luar instrumen maka menghasilkan validitas eksternal.


Rumus hubungan yg dpt dipakai ialah yg dikemukakan oleh Pearson. yg dikenal dgn rumus kolerasi product moment sebagai berikut:


 Instrumen yang dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai dengan √ Validitas eksternal: Pengertian  Rumus Dalam Arikunto


Harga rxy memperlihatkan indeks hubungan antara dua variabel yang dikorelasikan. Setiap nilai hubungan mengandung tiga makna, yaitu: (1) ada tidaknya korelasi, (2 ) arah korelasi, dan(3 )besarnya korelasi.


1. Ada tidaknya korelasi, ditunjukkan oleh besarnya angka yang terdapat di belakang koma. Jika angka tersebut terlalu kecil hingga empat angka di belakang koma, contohnya 0,0002, maka sanggup dianggap bahwa antara variabel X dengan variabel Y, alasannya ialah jikalau toh ada, angkanya terlaku kecil, kemudian diabaikan.


2. Arah korelasi, yaitu arah yang memperlihatkan kesejajaran antara nilai variabel X dengan nilai variabel Y. Arah dari hubungan ini ditunjukkan oleh tanda hitung yang ada di depan indeks. Jika tandanya plus (+), maka arah korelasinya positif, sedang jikalau minus (-) maka arah korelasinya negatif. Penjelasan wacana arah hubungan ini akan sanggup Anda temui di bab lain, yaitu analisis data dengan rumus hubungan product moment.


3. Besarnya korelasi, yaitu besarnya angka yang memperlihatkan berpengaruh dan tidaknya, atau mantap tidaknya kesejajaran antara dua variabel yang diukur korelasinya. Dalam hal memilih besarnya hubungan ini kita tidak perlu memperhatikan tanda hitung yang terdapat di depan indeks. Oleh alasannya ialah adanya makna faktual dan negatif juga diartikan sebagai besaran dalam garis bilangan dengan tanda (-) dan (+) maka tidak sedikit kita yang terkecoh mengartikan besarnya korelasi.


Perhatikan contoh: Dari perhitungan hubungan diperoleh indeks r = -0,875. Cara memperlihatkan makna dari indeks hubungan tersebut ialah demikian;


1. Dari ada tidaknya korelasi: ada, alasannya ialah angkanya besar, yaitu pribadi di belakang koma tanpa tanda ada nol-nol lagi.


2. Dari arah korelasi: arahnya negatif alasannya ialah di depan indeks ada tanda (-).


3. Dari besarnya korelasi: indeks korelasinya besar, alasannya ialah mendekati angka 1,000.


Kesimpulan dari hubungan tersebut ialah demikian.


”Ada hubungan yang besarnya antara variabel X dengan variabel Y, tetapi arahnya negatif.


Kini bandingkan antara empat indeks hubungan berikut ini.

a. r = + 0,0001

b. r = -0,546

c. r = -0,753

d. r = + 0,631


Sesudah mencermati dan membandingkan antara empat indeks hubungan tersebut, sekarang jawablah pertanyaan berikut:


1. Indeks yang manakah yang paling besar korelasinya?

2. lndeks manakah yang sanggup dianggap sebagai tidak ada hubungan .?

3. Bagaimanakah urutan indeks-indeks hubungan tersebut berdasarkan besarnya?


Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 212-214.




Sumber https://www.asikbelajar.com