Sunday, August 6, 2017

√ Observasi Pada Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan Sugiyono

AsikBelajar.Com | Observasi sebagai teknik pengumpulan data memiliki ciri yang spesifik kalau dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. Sutrisno Hadi (l986) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting yaitu proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi dipakai bila, penelitian berkenaan dengan sikap manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan kalau responden yang diamati tidak terlalu besar.


Larry Cristensen (2004), menyatakan bahwa “In research. observation is define as watching of behavioral patterns of people in certain situations to obtain information about phenomenon of interest. Observation is an important way of collecting information about people because people do not always do what they say do“. Dalam penelitian, observasi diartikan sebagai pengamatan terhadap teladan sikap insan dalam situasi tertentu, untuk mendapat info perihal fenomena yang diinginkan. Observasi merupakan cara yang penting untuk mendapat info yang niscaya perihal orang, alasannya apa yang dikatakan orang belum tentu sama dengan apa yang dikerjakan. Selanjutnya Creswell (2012) menyatakan “Observation is the process of gathering firsthand information by observing people and places at research site”. Observasi merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan daerah pada ketika dilakukan penelitian.


Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi sanggup dibedakan menjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant Observation, selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan. maka observasi sanggup dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur.


1. Observasi Berperanserta (Participant Observation)

Dalam observasi ini. peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang dipakai sebagai sumber data penelitian. Sambil melaksanakan pengamatan, peneliti ikut melaksanakan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut mencicipi suka dukanya. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan hingga mengetahui pada tingkat makna dari setiap sikap yang nampak.


Dalam suatu perusahaan atau organisasi pemerintah misalnya, peneliti sanggup berperan sebagai karyawan, ia sanggup mengamati bagaimana sikap karyawan dalam bekerja, bagaimana semangat kerjanya. bagaimana hubungan satu karyawan dengan karyawan lain, hubungan karyawan dengan supervisor dan pimpinan, keluhan dalam melaksanakan pekerjaan dan lain-lain.


2. Observasi Nonpartisipan

Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat pribadi dengan acara orang-orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. Misalnya dalam suatu Tempat Pemungutan Suara (TPS), peneliti sanggup mengamati bagaimana sikap masyarakat dalam hal memakai hak pilihnya, dalam interaksi dengan panitia dan pemilih yang lain. Peneliti mencatat, menganalisis dan selanjutnya sanggup menciptakan kesimpulan perihal sikap masyarakat dalam pemilihan umum. Pengumpulan data dengan observasi nonpartisipan ini tidak akan mendapat data yang mendalam, dan tidak hingga pada tingkat makna. Makna yaitu nilai-nilai di balik sikap yang tampak, yang terucapkan dan yang tertulis.


Dalam suatu proses produksi, peneliti sanggup mengamati bagaimana mesin-mesin bekerja dalam mengolah materi baku, komponen mesin mana yang masih manis dan yang kurang bagus, bagaimana kualitas barang yang dihasilkan, dan bagaimana performance tenaga kerja atau operator mesinnya.


a. Observasi Terstruktur

Observasi terstruktur yaitu observasi yang telah dirancang secara sistematis, perihal apa yang akan diamati, kapan dan di mana tempatnya. Kaprikornus observasi terstruktur dilakukan apabila peneliti telah tahu dengan niscaya perihal variabel apa yang akan diamati. Dalam melaksanakan pengamatan, peneliti memakai instrumen penelitian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pedoman wawancara terstruktur, atau angket tertutup sanggup juga dipakai sebagai ajaran untuk melaksanakan observasi. Misalnya peneliti akan melaksanakan pengukuran terhadap kinerja pegawai yang bertugas dalam pelayanan IMB (ljin Mendirikan Bangunan), maka peneliti sanggup menilai setiap sikap dan ucapan dengan memakai instrumen yang dipakai untuk mengukur kinerja karyawan tersebut.


b. Observasi Tidak Terstruktur

Observasi tidak terstruktur yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis perihal apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan alasannya peneliti tidak tahu secara niscaya perihal apa yang akan diamati. Dalam melaksanakan pengamatan peneliti tidak memakai instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan.


Dalam suatu bazar produk industri dari banyak sekali negara, peneliti belum tahu niscaya apa yang akan diamati. Oleh alasannya itu peneliti sanggup melaksanakan pengamatan bebas, mencatat apa yang tertarik, melaksanakan analisis dan kemudian dibentuk kesimpulan.


Sumber:

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal. 196-198.



Sumber https://www.asikbelajar.com