Thursday, August 17, 2017

√ Mekanisme Penelitian Evaluatif

AsikBelajar.Com | Artikel ini diambil dari buku karangannya Prof. Dr. Suharsimi Arikunto sebagai berikut:


Dari sedikit uraian dengan beberapa pola tersebut kita sanggup menarik kesimpulan bahwa untuk melaksanakan penelitian evaluatif, peneliti harus mengidentifikasi komponen dari obyek sebagai sebuah sistem. Untuk lebih jelasnya marilah kita ambil pola dari bidang pendidikan yang paling gampang diikuti, alasannya yaitu siapa pun yang akan melaksanakan penelitian niscaya pernah bersekolah dan mengikuti acara pembelajaran. Ketika memasuki sekolah, setiap siswa niscaya berkeinginan untuk cepat lulus dengan nilai baik. Pesan orang bau tanah kepada anaknya, rajin-rajinlah berguru semoga lulus dengan nilai baik. Bagi pelajar di SD hingga dengan sekolah tinggi tinggi yang masih didanai orangtua, pesan menyerupai itu mungkin masih sanggup berlaku alasannya yaitu perhatian pelajar masih utuh ke pelajaran. Namun demikian keberhasilan belajarnya dipengaruhi oleh faktor dirinya, guru, sarana belajar, dan lingkungan. Tidak sedikit pelajar yang tidak atau kurang berhasil belajarnya alasannya yaitu kena efek lingkungan, antara lain teman yang mengajak bermain, permainan dengan play-station, tayangan televisi, dan sebagainya. Bagi mahasiswa yang kiprah berguru atau sudah bekerja dan ingin sambil melanjutkan kuliah, faktor-faktor penentu keberhaslian tersebut semakin kompleks. Oleh alasannya yaitu mereka pada umumnya sudah bekerja dan berkeluarga, gangguan yang berasal dari faktor-faktornya bertambah dengan faktor pekerjaan dan lingkungan keluarga.


Secara umum, untuk memahami faktor-faktor yang kuat pada tingginya prestasi berguru siswa sanggup digambarkan dalam sebuah transformasi, yaitu proses pembelajaran yang bagannya menggambarkan adanya masukan, proses pengolahan, dan hasil proses sebagai berikut. Dalam gambar transformasi tersebut sanggup dilihat adanya masukan mentah, masukan instrumental dan keluaran. Berikut yaitu skema dimaksud.


 Artikel ini diambil dari buku karangannya Prof √ Prosedur Penelitian Evaluatif

Program Pemprosesan


Proses pembelajaran tersebut merupakan sebuah sistem yang komponen-komponennya terdiri dari (1) siswa, (2) guru, (3) materi, (4) sarana, (5) pengelolaan, (6) lingkungan. Ke enam komponen tersebut berafiliasi membentuk sebuah proses, yang pada hasilnya menghasilkan sebuah produk berupa ‘hasil pembelajaran’. Dari citra tersebut terang bahwa hasil sebuah acara yang merupakan sebuah sistem tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja tetapi semua faktor secara bersamasama. Jika dalam ujian nasional hasil siswa kurang atau tidak baik, tidak sanggup pribadi menyalahkan guru saja tetapi diri siswa sendiri yang juga merupakan salah satu faktor, juga niscaya berbuat salah, contohnya tidak rajin belajar, tidak serius dikala mengerjakan soal ujian, kurang cermat membaca soal, tidak disipl in mengikuti tata tertib dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya komponen-komponen merupakan faktor pendukung tercapainya tujuan, sanggup digambarkan dalam skema sebagai berikut.


Baca juga: Macam-Macam Desain Eksperimen


Penelitian evaluatif yaitu sebuah acara yang bertujuan untuk mengetahui kinerja sebuah transformasi pembelajaran. Transformasi sendiri terdiri dari dua kata, yaitu (1) trans dan (2) formasi. Trans artinya proses pengubahan, sedangkan deretan dari kata form, artinya bentuk. Kaprikornus arti keseluruhan dari transformasi yaitu pengubahan bentuk. Makna dari proses pembelajaran yaitu upaya untuk mengubah siswa yang semula masih dalam keadaan belum mengetahui ilmu yang diberikan oleh guru, setelah melalui proses pembelajaran dibutuhkan mengetahui dengan baik. Penelitian evaluatif yang mengarahkan perhatiannya kepada proses pembelajaran, pertama berusaha untuk mengetahui seberapa baik siswa telah menguasai materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Apabila mungkin tingkat penguasaan siswa belum optimal sesuai dengan tujuan pembelajaran, maka peneliti bermaksud mengetahui penyebab dari ketidakoptimalnya hasil tersebut, dengan cara yang lebih cermat, yaitu menelusuri kemungkinan penyebab dari keseluruhan faktor yang kuat terhadap hasil belajar. Jika d igambarkan bagaimana sorot mata peneliti akan sanggup dilihat dari tampilan berikut ini.


 Artikel ini diambil dari buku karangannya Prof √ Prosedur Penelitian Evaluatif

Dari skema tersebut jelas, bahwa peneliti evaluatif digambarkan sebagai sebuah mata yang menyoroti dengan tanda anak panah pertama arahnya ke tujuan. Jika tujuan sudah tercapai, berarti semua komponen sudah bekerja dengan baik. Jika tujuan belum tercapai dengan baik, peneliti menyoroti dengan anak panah ke semua komponen yang bekerja sama mencapai tujuan sistem. Inilah mekanisme pertama yang harus dilakukan oleh peneliti.


Sumber:

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 39-41.



Sumber https://www.asikbelajar.com