Sunday, August 6, 2017

√ Duduk Kasus Dalam Penelitian Kualitatif Berdasarkan Sugiyono

AsikBelajar.Com | Setiap penelitian baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari masalah. Namun terdapat perbedaan yang fundamental antara “masalah” dalam penelitian kuantitatif dan “masalah” dalam penelitian kualitatif. Kalau dalam penelitian kuantitatif, “masalah” yang akan dipecahkan melalui penelitian harus jelas, spesifik, dan dianggap tidak berubah, tetapi dalam penelitian kualitatif “masalah” yang dibawa oleh peneliti masih remang-remang, bahkan gelap kompleks dan dinamis. Oleh sebab itu, “masalah” dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara, tentatif dan akan berkembang atau berganti setelah peneliti berada di lapangan.


Dalam penelitian kualitatif, akan terjadi tiga kemungkinan terhadap “masalah” yang dibawa oleh peneliti dalam penelitian. Yang pertama persoalan yang dibawa oleh peneliti tetap, sehingga semenjak awal hingga final penelitian sama. Dengan demikian judul usulan dengan judul laporan penelitian sama. Yang kedua “masalah” yang dibawa peneliti setelah memasuki penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam persoalan yang telah disiapkan. Dengan demikian tidak terlalu banyak perubahan, sehingga judul penelitian cukup disempurnakan. Yang ketiga “masalah” yang dibawa peneliti setelah memasuki lapangan berubah total, sehingga harus “ganti” masalah. Dengan demikian judul usulan dengan judul penelitian tidak sama dan judulnya diganti. Dalam institusi tertentu, judul yang diganti ini sering mengalami kesulitas administrasi. Oleh sebab itu, institusi yang menangani penelitian kualitatif, harus mau dan bisa menyesuaikan dengan karakteristik persoalan kualitatif ini.


Peneliti kualitatif yang merubah persoalan atau ganti judul penelitiannya setelah memasuki lapangan penelitian atau setelah selesai, merupakan peneliti kualitatif yang lebih baik, sebab ia dipandang bisa melepaskan apa yang telah dipikirkan sebelumnya, dan selanjutnya bisa melihat fenomena secara lebih luas dan mendalam sesuai dengan apa yang terjadi dan berkembang pada situasi sosial yang diteliti. Kemungkinan persoalan sebelum dan sehabis ke lapangan dalam penelitian kualitatif sanggup digambarkan ibarat gambar 12.1 berikut.


 Setiap penelitian baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari mas √ Masalah dalam Penelitian Kualitatif berdasarkan Sugiyono

Terdapat perbedaan antara persoalan dan rumusan masalah. Seperti telah dikemukakan bahwa, persoalan yakni merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi. Sedangkan rumusan persoalan yakni pertanyaan penelitian yang disusun berdasarkan persoalan yang harus dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Dalam usulan penelitian, sebaiknya persoalan tersebut perlu ditunjukkan dengan data. Misalnya ada persoalan wacana kualitas SDM yang masih rendah, maka perlu ditunjukkan data kualitas SDM tersebut, melalui Human Development Index misalnya. Masalah kemiskinan perlu ditunjukkan data wacana jumlah penduduk yang miskin. Masalah korupsi perlu ditunjukkan jumlah koruptor, dsb.


Data wacana persoalan bisa berasal dari dokumentasi hasil penelitian, pengawasan, evaluasi, pengamatan pendahuluan, dan pernyataan orang-orang yang patut dipercaya.


Sumber:

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Hal. 285-287.



Sumber https://www.asikbelajar.com