Showing posts with label Teks Laporan. Show all posts
Showing posts with label Teks Laporan. Show all posts

Friday, March 23, 2018

√ Format Dan Rujukan Laporan Acara Terbaru

Format dan Contoh Laporan Kegiatan - Laporan kegiatan ialah laporan yang disusun sehabis kegiatan simpulan dilaksanakan. Laporan ini dibentuk oleh sekelompok atau perorangan yang bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan tersebut. Laporan ini dipakai sebagai materi pertanggungjawaban kepada pemberi mandat, atasan atau pun sponsor kegiatan tersebut. Selain itu, laporan ini juga sebagai alat bukti bahwa kegiatan tersebut telah simpulan dilaksanakan. Laporan kegiatan harus ditulis dengan sistematis, dan terperinci sehingga sanggup dengan gampang dipahami oleh pembacanya. 

Manfaat Laporan Kegiatan

Selain sebagai laporan pertanggungjawaban, laporan kegiatan juga mempunyai manfaat sebagai berikut ini :

1. Laporan kegiatan sanggup dipakai sebagai materi penilaian untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
2. Laporan kegiatan sanggup dipakai sebagai dokumen atau arsip kegiatan suatu organisasi yang telah dimasukkan ke dalam aktivitas rencana kerja.
3. Laporan kegiatan sanggup dipakai sebagai bukti bahwa kegiatan tersebut telah berlangsung.

Format Laporan Kegiatan

Laporan kegiatan mempunyai format atau susunan sebagai berikut ini :

I. Pendahuluan
1. Latar Belakang Kegiatan
2. Maksud dan Tujuan Kegiatan

II. Isi Laporan
1. Judul dan tema kegiatan
2. Tempat dan waktu pelaksanaan
3. Peserta kegiatan
4. Susunan Panitia
5. Anggaran
6. Pelaksanaan kegiatan

III. Penutup

Lampiran


Contoh Laporan Kegiatan


Laporan Pertanggungjawaban
Kegiatan Pesantren Kilat
SMAN 3 Suka Maju


I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Kegiatan

Bulan ramadhan atau yang dikenal dengan bulan suci ramadhan ialah bulan yang penuh dengan rahmat dan pahala dari Allah SWT. Bulan ini merupakan bulan yang sangat baik untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini dikarenakan Allah SWT akan meniru pahala terhadap amal perbuatan baik yang kita lakukan di bulan ini.

Mengingat pentingnya bulan ini, maka sekolah melakukan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini. Sekolah telah mengadakan kegiatan yang disebut dengan pesantren kilat. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk menumbuhkan rasa semangat siswa – siswi SMAN 3 Suka Maju dalam menyambut bulan ini, sehingga mereka sanggup beribadah dengan semangat di dalam bulan ini. 

1.2 Maksud dan Tujuan Kegiatan

Kegiatan pesantren kilat ini dilaksanakan untuk menyambut bulan suci ramadhan. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dogma dan takwa siswa – siswi SMAN 3 Suka Maju supaya sanggup menjalani bulan suci ini dengan semangat.


II. Isi Laporan

2.1. Nama dan Jenis kegiatan

Kegiatan ini ialah pesantren kilat yang akan dilaksanakan selama 3 hari 2 malam di lingkungan SMAN 3 Suka Maju. Untuk melakukan kegiatan ini, sekolah mewajibkan siswa – siswi SMAN 3 Suka Maju, khususnya siswa - siswi kelas 1 dan 2 untuk menginap di sekolah. Kegiatan ini akan diisi dengan kegiatan – kegiatan keagamaan, dan out bond di lingkungan sekolah dengan dibimbing oleh guru – guru dan OSIS SMAN 3 Suka Maju.

2.2  Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Adapun waktu dan daerah pelaksanaan kegiatan ini ialah :
Tanggal : Rabu, 3 s.d 5 Juni 2015
Tempat : SMAN 3 Suka Maju

2.3 Peserta Kegiatan

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa – siswi SMAN 3 Suka Maju yang beragama muslim, khususnya kelas 1 dan kelas 2.

2.4 Susunan Panitia

Susunan panitia kegiatan ini terlampir di lampiran.

2.5. Anggaran

Biaya – biaya pemasukan dan pengeluaran untuk kegiatan ini terlampir di lampiran.

2.6 Pelaksanaan kegiatan

Hari pertama
09. 00 – 12. 00 = Pembukaan Kegiatan
12. 00 – 13. 00 = Ishoma
13. 00 – 15. 00 = Materi perihal bulan ramadhan
15. 00 – 17. 00 = Istirahat
17. 00 – 18. 00 = Kajian sore
18. 00 – 19.00 = Ishoma
19. 00 – 22.00 = Materi malam
22. 00 – 24.00 = Istirahat malam

Advertisement
Hari kedua
04.30 – 05. 00 = Sholat Subuh
05.00 – 06. 00 = Kultum
06. 00 – 07. 30 = Olahraga 
07. 30 – 09. 00 = Ishoma
09. 00 – 12. 00 = Materi 
12. 00 – 13. 00 = Ishoma
13. 00 – 15. 00 = Outbond
15. 00 – 17. 00 = Ishoma
17. 00 – 18. 00 = Kajian sore
18. 00 – 19. 00 = Ishoma
19. 00 – 22. 00 = Materi malam
22. 00 – 02. 30 = Istirahat

Hari ketiga

02. 30 – 03. 00 = Tahajud
05. 00 – 06. 00 = Sholat subuh dan kultum
06. 00 – 08.00 = Olahraga dan ishoma
08. 00 – 10. 00 = Materi dan muhasabah
10. 00 – 12. 00 = penutup


III. Penutup

Demikanlah laporan kegiatan pesantren kilat ini, supaya kegiatan ini sanggup bermanfaat bagi siswa dan siswi yang telah mengikuti kegiatan ini.


Lampiran 

Lampiran 1 Susunan Panitia

Penanggung Jawab       : Drs. Ibnu Baihaqi, M. pd
Pembimbing                 : Muzaki Saputra, M. Pd
Ketua Pelaksana           : Aria Nugraha
Sekretaris                      : Fatimah Azzahra

s3ki Acara                  :  Dian Permata
                                        Budi Sudarsono
                                        Cintia Tria Delima

s3ki Konsumsi          :   Ratih Widia Sari
                                        Nitta Sitta Rahma
                                        Sofie Permata

s3ki Perlengkapan     : Chairul Ichwan
                                       Afif Albaironi
                                      Agung Restu

Pubdekdok                   : Defrian Mustafa
                                       Nivia Anda Ningrum


Lampiran 2 Anggaran 

Pemasukan :

Kas Sekolah               : 5.000.000,-
Sumbangan Komite   : 6.000.000,-
Sponsor
Lasegar                      :    500.000,-
LBG Kursus              :    50. 000,-

Total pemasukan        : 11.000.000.-


Pengeluaran :

Div Konsumsi                70 x @15.000 x 7    =  7.350.000,-
Div Acara                                                       =   1.500.000,-
Div Perlengkapan                                           =   3.000.000,-
Pubdekdok                                                      =    5.00.000,-

Total Pengeluaran                                           =   11.000.000,-


Total Anggaran

Pemasukan             =   11.000.000,-
Pengeluaran           =   11.000.000,-
Sisa dana                =     0,- 

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Thursday, March 22, 2018

√ Pengertian Artikel Dan Misalnya Lengkap

Pengertian Artikel dan Contohnya Lengkap - Pernahkah Anda membaca goresan pena – goresan pena yang membahas suatu topik tertentu di sebuah majalah, jurnal, ataupun Koran . Karya tulis itu disebut juga dengan artikel, kemudian apakah artikel itu ?

Artikel disebut juga dengan karya tulis yang berisi pendapat seseorang mengenai suatu permasalahan atau topik yang bersifat aktual, informatif dan terkadang kontroversial. Banyak sekali jenis – jenis artikel yang sering kita lihat di luar sana. Namun, yang akan kita bahas kali ini yakni artikel ilmiah. 
Artikel ilimah yakni karya tulis yang disusun dengan mengikuti tata cara ilimah atau pedoman penyusunan artikel ilmiah yang telah ditentuan. Artikel ini didasari oleh hasil penelitian, hasil kajian, atau hasil pembahasan. Sepintas artikel ilimiah hampir sama dengan makalah.

Namun, makalah hanyalah berupa pemikiran - pemikiran yang didasari oleh analisa yang logis dan objektif terhadapa suatu topik atau permasalahan. Sedangkan, artikel ilmiah merupakan pemaparan wacana proses maupun hasil – hasil yang diperoleh dari sebuah penelitiaan atau kajian. Oleh alasannya yakni itu, meskipun hampir terlihat sama, kedua karya tulis ini berbeda dalam hal isi.

Ciri – Ciri Artikel Ilmiah


1. Isi goresan pena didasari oleh fakta bukan sekedar opini – opini kosong tanpa pendukung.
2. Bersifat faktual dan informative, mengungkapkan informasi yang menurut hasil – hasil penelitian yang telah dilakukan.
3. Artikel ilmiah juga mempunyai opini atau analisa pemikiran – pemikiran penulis. Akan tetapi, pemikiran itu dikuatkan / didasari oleh data valid berupa hasil penelitian sebelumnya, teori, maupun fakta yang ditulis ke dalam artikel.
4. Menggunakan metode penulisan yang sistematis. Dengan kata lain, ditulis dengan sistematis biar gagasan atau topik utamanya bisa terlihat terang dari awal hingga tamat artikel.
5. Menggunakan ragam bahasa yang resmi dan baku. Hal ini dikarenakan dengan memakai bahasa resmi yang bercirikan lugas, logis, denotatif, dan efektif, akan menciptakan bahasa artikel ilmiah terasa padat, berisi dan tidak berbelit – belit. 

Jenis – Jenis Artikel Ilmiah


Berdasarkan sumber datanya, artikel ilmiah dibedakan menjadi dua, yaitu artikel penelitian dan artikel non penelitian. Kedua jenis artikel ini akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Artikel penelitian

Artikel penelitian yakni artikel yang ditulis menurut hasil penelitian sendiri secara sistematis dengan mengikuti pedoman penulisan artikel ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Artikel ini dibentuk untuk dipublikasikan di dalam jurnal maupun buku – buku yang berisi kumpulan artikel.  
Artikel ini biasanya ditulis dengan dua cara yaitu : (a) Sebelum laporan, hal ini ditulis untuk mendapat masukan – masukan atau saran dari orang yang hebat atau disebut juga dengan pembimbing. (b) Setelah laporan tehnis. Ini dilakukan sesudah laporan mendapat revisi sehingga sudah benar – benar siap untuk dipublikaskan. 

Sistematika penulisan artikel

1. Judul
2. Nama Penulis, Nama pembimbing dan e mail penulis
3. Sponsor / Instansi daerah bernaung
4. Abstrak
5. Kata kunci
6. Pendahuluan
7. Metode
8. Hasil
9. Pembahasan
10. Kesimpulan dan saran
11. Daftar pustaka

2. Artikel non penelitian

Artikel ini dibentuk bukan didasari oleh penelitian langsung, akan tetapi bisa bersumber dari buku ataupun jurnal – jurnal penelitian lainnya. Meskipun begitu, artikel non penelitian juga ditulis secara sistematis dan terstruktur. Bedanya yakni hanya ada pada sistem numerisasisnya saja. Pada artikel penelitian, sistem penomeran harus ada, sedangkan artikel non penelitian tidak memakai sistem penomoran, baik angka maupun abjad.

Artikel ini hanya berisi paragraf – paragraf yang terdiri antara 10 hingga 20 halaman. Namun, artikel ini juga mempunyai cuilan – cuilan essential di dalam penulisan artikel ilmiah, ibarat judul artikel,  nama penulis, pendahuluan, cuilan isi, cuilan penutup, daftar pustaka.

Ketentuan menulis artikel ini sama dengan menulis makalah atau laporan penelitian, sehingga cuilan abnormal dan kata kunci tidak ada di dalam artikel ini.  

Contoh Artikel Ilmiah 

Analysis Kemampuan Siswa dalam Pemahaman Kata Berpolisemi di dalam Kalimat

Aria Nugarah
Universitas Pelangi Nusantara
Nugrahaarr@gmail.com

Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami Polisemi kosakata dalam kalimat yang dilakukan pada 230 siswa tahun kedua di SMPN 16 Bandar Lampung. Penulis memakai metode deskriptif dalam penelitian ini dengan memakai tes objektif. Tes yang dipakai yakni tes pilihan ganda terdiri dari 50 pertanyaan yang dipakai untuk mengumpulkan data. Data dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Temuan dari penelitian ini yakni kemampuan siswa dalam memahami polisemi kosakata dalam kalimat yakni 57,3. Ini berarti pemahaman mereka dalam kata berpolisemi yakni cukup. Kemampuan siswa dalam memahami polisemi yakni cukup dengan 53,27 skor. Sementara kemampuan siswa dalam memahami polisemi dalam kalimat yakni baik dengan 61,33 skor. Data memperlihatkan bahwa siswa mempunyai kesulitan dalam memahami polisemi kosakata dalam kalimat terutama dalam menafsirkan makna. Oleh alasannya yakni itu, guru harus menemukan metode lain untuk mengajar polisemi kosakata untuk siswa. Penulis beropini bahwa metode mengingat yakni metode yang efektif untuk dipakai dalam mengajar polisemi.

Kata Kunci : kalimat, kata, belajar

Advertisement
PENDAHULUAN

Pada dasarnya, berguru bahasa yakni berguru bagaimana berkomunikasi. Bahasa selalu tumbuh dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan pikiran manusia. Penggunaan bahasa diwujudkan dalam bentuk kalimat dan kata. 

Penggunaan kata yakni hal yang paling penting dalam bahasa, baik verbal maupun tulisan. Kata mengambil tugas penting dalam dalam sistem bahasa. Menurut Rusyana (1984: 13) seseorang yang disebut terampil dalam memakai bahasa kalau mereka telah menguasai sistem bahasa Indonesia sepenuhnya, ibarat sistem bunyi dan struktur, penguasaan kosakata dan ejaan. Peran penguasaan kosa kata dan makna sangat penting untuk membentuk keterampilan berbahasa siswa. Oleh alasannya yakni itu, Kosakata dan sistem makna menjadi salah satu agenda yang diajarkan di sekolah.

Pembelajaran kosakata bertujuan untuk meningkatkan ukuran kosakata siswa. Mereka tidak perlu menghafal sejumlah kata, tapi mereka perlu tahu bagaimana penggunaan kata dalam ucapan. Pembelajaran kosakata bukan wacana menyajikan hukum dan terminologi tetapi acara memahami dan memakai kosa kata yang berafiliasi dengan konteks (GBPP 1994: 7). Setiap kata mempunyai arti tersendiri, tetapi ada beberapa kata yang mempunyai makna yang tidak terang atau ambiguitas.

Salah satu sub-subjek yang diajarkan di Sekolah Menengah Pertama yakni wacana relasi makna. Hubungan makna akan terlihat kalau kata diatur satu sama lain sehingga makna akan terlihat dalam penggunaan bahasa. Siswa perlu memahami beberapa bentuk kata-kata dan makna kata-kata untuk mencapai pemahaman bahasa. Hubungan antara makna dan kata, antara lain (1) Sinonim, (2) Antonim, (3) homonim, (4) Polisemi, dan (5) Hyponym (Soedjito, 1990: 76)

Polisemi yakni kata yang mempunyai lebih dari satu makna. Siswa harus memahami dan bisa memakai kata polisemi alasannya yakni penggunaan polisemi dalam bahasa Indonesia sanggup menyebabkan banyak sekali makna yang berkaitan dengan situasi dan konteks. Pada kenyataannya siswa merasa sulit untuk memahami dan memakai kata Polisemi. Ada banyak kesalahan yang mereka buat. Peneliti menemukan fakta di atas saat peneliti melaksanakan PPL di SMP. Kesalahan yang sering dibentuk oleh siswa misalnya: saat mereka menafsirkan makna Kaki dalam kalimat Kakinya terkilir saat ia Jatuh. Sebagian besar siswa menganggap kata Kaki dalam kalimat yakni cuilan badan yang berada di bawah. Namun, seharusnya artinya yakni cuilan dari badan yang dipakai untuk menopang tubuh. Menurut peneliti, kesalahan tidak harus terjadi kalau siswa memahami kata polisemi.

Berdasarkan persoalan di atas, penulis melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Pertama 16 Bandar Lampung. Penulis ingin mengetahui bagaimana pengetahuan siswa dalam polisemi di sebuah kalimat. Bagaimana kemampuan siswa dalam memahami polisemi dalam kalimat? Dan bagaimana pengetahuan siswa dalam memakai polisemi dalam kalimat

METODE

Metode yang dipakai dalam penelitian ini yakni metode deskriptif. Metode deskriptif yakni metode yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang memakai kata-kata untuk mengambil kesimpulan (Arikunto, 2002: 213). Metode deskriptif memusatkan niatnya dalam temuan faktual sesuai dengan kondisi riil (Nawawi, 1994: 73). Metode deskriptif yakni metode yang berbicara wacana probabilitas dalam memecahkan persoalan faktual dengan mengumpulkan data, ketertiban dan mengklasifikasikan data, menganalisis dan menginterpretasikan data (Surakmad, 1985: 131).

 Populasi penelitian ini yakni siswa tahun kedua  SMP 16 Bandar Lampung. Ada 230 siswa yang tersebar di 6 kelas. Peneliti mengambil 60 siswa sebagai sampel. Sampel dipilih dengan memakai random sampling dimana sampel dipilih secara acak oleh peneliti.

Data dikumpulkan dengan memakai teknik uji dalam penelitian ini. Teknik tes yakni teknik yang dipakai untuk mengumpulkan data melalui tes. Peneliti memakai tes pilihan ganda sebagai instrumen. Tes terdiri dari 50 pertanyaan dan mempunyai dua bagian. Tes nomor 1 hingga 25 yakni pertanyaan di mana siswa harus menetapkan arti polisemi kata dalam kalimat (Menafsirkan kata polisemi) dan nomor tes 26 hingga 50 yakni pertanyaan wacana kata polisemi yang telah diputuskan maknanya oleh peneliti kemudian siswa menentukan kalimat yang sesuai dengan polisemi (memutuskan kalimat yang mempunyai polisemi). Sistem evaluasi dalam tes ini yakni pertanyaan bernilai 1 kalau benar dan 0 kalau salah. Mahasiswa diberi 60 menit untuk menjawab pertanyaan. Setelah menuntaskan tes, peneliti mengumpulkan lembar balasan siswa dan mengoreksi balasan mereka.

Setelah data telah dikumpulkan, peneliti menganalisis data dengan menyesuaikan kelas mereka dengan patokan evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami kata berpolisemi dalam kalimat.

HASIL

Setelah data dianalisis, maka didapatkanlah data sebagai berikut :

Nilai
Menafsirkan Polisemi di dalam Kalimat
Menentukan Kalimat yang Berpolisemi
Ukuran Kemampuan Siswa
≥ 75
0
5
Sangat baik
58 – 74
25
34
Baik
42 – 57
29
20
Cukup
25 – 41
6
1
Buruk
< 25
0
0
Sangat Buruk
Nilai rata – rata
53.27
61.33

Kemampuan Siswa
Cukup
Baik

Berdasarkan tabel di atas, sanggup dilihat kemampuan siswa dalam memahami  polisemi dalam hal menentukan kalimat berpolisemi lebih baik daripada kemampuan dalam menafsirkan kata polisemi dalam kalimat.

PEMBAHASAN

Berdasarkan temuan di atas, kemampuan siswa dalam memahami kata polisemi yakni cukup. Hal ini sanggup terjadi karena. Kata polisemi mempunyai begitu banyak makna yang bisa menciptakan siswa bingung. Berdasarkan data, hanya ada 25 dari 60 siswa atau 41,67% siswa Sekolah Menengah Pertama 16 mendapat nilai bagus. Dalam masalah menafsirkan makna kata polisemi siswa dari Sekolah Menengah Pertama 16 Bandar Lampung yakni dalam kategori wajar. Sementara, dalam masalah menentukan kalimat dengan siswa kata polisemi dari Sekolah Menengah Pertama 16 Bandar Lampung yakni dalam kategori baik.

Jika hasil penelitian ini dihubungkan dengan prinsip-prinsip polisemi kosakata, jadi hasil ini pertanda teori yang menyatakan bahwa kata-kata yang mempunyai banyak makna akan menciptakan pembaca atau pendengar ragu untuk menafsirkan makna. 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan, peneliti menemukan bahwa hasil siswa dalam memahami kata berpolisemi dalam kalimat yakni 57,3. Ini berarti bahwa keterampilan mereka dalam memahami kata polisemi dalam kalimat yakni cukup. Peneliti memperlihatkan temuan ini kepada guru, terutama guru bahasa sebagai informasi bagi guru dan siswa. Guru harus meningkatkan kualitas pengajaran kata berpolisemi untuk siswa dengan mengatakan banyak latihan atau memakai metode lain yang sesuai. Sementara itu siswa harus meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami kata polisemi sehingga mereka tidak akan menciptakan kesalahan dalam menafsirkan makna dan memakai kata polisemi.

Untuk penelitian lebih lanjut, peneliti menyarankan penelitian untuk menemukan metode terbaik dalam mengajar kata polisemi sehingga siswa sanggup berguru secara efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdikbud. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Depdikbud. 1994. Garis-Garis Besar Program Pengajaran. Jakarta: Depdikbud.
Muslich, Masnur. 1987. Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SLTP. Malang: IKIP.
Pateda, Mansoer. 2000. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta
Soedjito. 1990. Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra. Bandung. Angkasa.
Tarigan, H.G. 1985. Pengajaran Sintaksis. Bandung: Angkasa.


Sumber http://www.kelasindonesia.com

Friday, February 23, 2018

√ Teladan Laporan Perjalanan Wisata Terbaik

Contoh Laporan Perjalanan Wisata Terbaik - Laporan perjalanan wisata ialah laporan yang disusun sesudah kegiatan study tour, maupun field trip yang dilaksanakan oleh beberapa sekolah atau universitas. Laporan ini disusun sebagai laporan pertanggungjawaban telah mengikuti kegiatan ini. Laporan perjalanan wisata disusun baik secara individual maupun kelompok.

Oleh alasannya penyusunan laporan ini diwajibkan sesudah mengikuti perjalanan wisata, maka artikel kali ini akan memberikan teladan laporan perjalanan wisata. Berikut ini ialah contohnya.

Contoh Laporan Perjalanan Wisata


Bab 1. Pendahuluan


1.1 Latar Belakang


Kegiatan study tour yang telah dilaksanakan ini merupakan aktivitas tahunan yang diadakan di Sekolah SMAN 1 Suka Maju. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membuka wawasan seluruh siswa – siswa sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempelajari hal – hal baru, menyerupai daerah – daerah bersejarah, daerah penting, dan sebagai studi banding di sekolah lain.

Kegiatan perjalanan tahun ini dilaksanakan selama 4 hari, yaitu pada tanggal 1 sampai 5 Mei 2015, dengan mengunjungi Kota Yogyakarta dan Bandung. 

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menyusun laporan kegiatan perjalanan wisata ini sebagai laporan perihal hal – hal yang telah didapat selama mengikuti kegiatan ini. Selain itu dengan laporan kegiatan wisata ini, penulis sanggup membagikan pengalaman – pengalaman dan ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan tersebut.

1.2 Tujuan


Tujuan penyusunan kegiatan laporan perjalanan ini ialah :

1. Melaporkan dan mendeskripsikan daerah – daerah wisata yang telah dikunjungi.
2. Melaporkan hal – hal yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan ini.


Bab 2. Isi Laporan


2.1 Laporan Perjalanan


Pada tanggal 1 Mei 2015, seluruh siswa – siswi mengikuti pembekalan terakhir sebelum keberangkatan yang dilaksanakan pada pukul 09. 00 wib. Pembekalan itu diisi oleh kepala sekolah yang memberikan hal – hal yang harus dilakukan dan pesan – pesan kepada siswa – siswi yang akan berangkat.

Pada pukul 15. 00 rombongan dipersilakan memasuki bus masing – masing yang telah ditentukan. Ada sekitar 2 Bus besar yang menampung 80 siswa dan 4 orang guru sebagai pendamping. Setelah, semua hal teknis selesai, bus berangkat menuju pelabuhan merak pada pukul 18. 00 wib. 

Pukul 20. 00 wib, bus menaiki kapal feri untuk menyeberang ke pulau Jawa. Di dalam kapal feri, seluruh siswa memasuki kelas 2 untuk beristirahat. Setelah 3 jam perjalanan dari pelabuhan Bakauheni ke Merak, rombongan datang di Banten pada pukul 23. 00. Setelah itu, bus melanjutkan perjalanannya menuju Bandung sebagai tujuan pertama. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan, sehingga rombongan datang di Bandung pada pukul 05. 00 wib. Rombongan menuju Islamic center untuk melakukan solat, membersihkan diri, dan sholat.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Universitas Padjajaran. Di Unpad, rombongan disambut dengan hangat oleh pihak kampus, kemudian dilanjutkan mengikuti jadwal yang telah dipersiapkan oleh pihak Unpad.  Setelah menuntaskan kunjungan pertamanya, rombongan menuju Trans Studio Bandung pada pukul 13. 00. Di sana rombongan diberikan waktu selama 3 jam untuk mengelilingi Trans Studio Bandung. 

Pada pukul 16. 00 rombongan dibawa menuju Cibaduyut untuk membeli oleh – oleh khas Bandung. Setelah selesai, rombongan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kota Yogyakarta dan datang di sana pada pukul 20. 00 wib. Karena hari telah malam, rombongan menuju hotel untuk menginap.

Keesokan harinya, rombongan bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke daerah – daerah wisata yang ada di Yogyakarta, menyerupai Taman Pintar, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, dan Jalan – jalan di Malioboro pada malam harinya. Setelah itu, rombongan beristirahat di hotel yang sama. 

Hari berikutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Universitas Ahmad Dahlan pada pukul 09. 00 sampai pukul 14. 00. Di sana rombongan mengikuti jadwal yang telah dipersiapkan oleh pihak kampus. Setelah itu, rombongan menuju Rumah Bakpia, yaitu daerah membeli bakpia sebagai oleh – oleh pulang.

Pada pukul 16. 00 rombongan kembali pulang ke Bandar Lampung. Kemudian, datang di sekolah pada pukul 07. 00 wib.  Selama perjalanan wisata ini, semua hal kondusif dan terkendali.        


Advertisement

2.2 Objek yang Dikunjungi


Objek - objek yang dikunjungi pada perjalanan wisata kali ini beraneka ragam, baik merupakan daerah wisata pendidikan, sejarah, maupun hiburan. Di bawah ini ialah deskripsi objek - objek wisata yang dikunjungi selama perjalanan wisata.

2.2.1 Universitas Padjajaran

Universitas Padjajaran ialah sebuah sekolah tinggi tinggi yang cukup populer di Jawa Barat. Universitas ini terletak di kota Bandung, Jawa Barat. Universitas ini didirikan pada tanggal 11 September 1957. 

2.2.2 Trans Studio Bandung

Trans Studio Bandung ialah salah satu wahana permainan indoor yang terbesar di Indonesia. Di dalam wahana ini banyak sekali permainan – permainan baik permainan yang menghibur maupun permainan yang mendidik. Selain itu, di dalam studio ini sering diadakan parade.

2.2.3 Cibaduyut

Cibaduyut ialah pusat Industri sepatu terbesar yang ada di Bandung. Tempat wisata belanja ini memberikan produk – produk buatan Indonesia. Selain itu, daerah wisata belanja ini populer dengan harganya yang sangat murah.

2.2.4 Taman Pintar

Taman Pintar ialah taman umum yang ada di kota Jogjakarta. Disebut dengan taman berakal alasannya di taman ini banyak sekali permainan – permainan yang mengedukasi masyarakat. 

2.2.5 Candi Prambanan

Candi Prambanan ialah kompleks candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia. Candi ini dibangun pada tahun 850 M. Komplek ini mempunyai beberapa bangunan candi yang masih utuh yang tingginya menjulang sampai 47 meter.

2.2.6 Keraton Jogjakarta

Keraton Jogjakarta atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ialah istana resmi kesultanan Jogjakarta yang didirikan pada tanggal 1756 oleh Sultan Hamengkubuwono I. Kini istana tersebut ditempati oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan keluarganya.

2.2.7 Malioboro

Malioboro ialah daerah wisata belanja yang populer di Indonesia. Tempat ini menjual banyak sekali macam barang khas Jogja, menyerupai bati, dan lain – lain. Tempat wisata ini buka setiap hari, tetapi akan sangat ramai pada malam hari alasannya banyak para perjaka yang mengunjunginya.

2.2.8 Universitas Ahmad Dahlan

Universitas Ahmad Dahlan ialah sekolah tinggi tinggi swasta di Yogyakarta, Indonesia. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyebarkan bidang keahlian atau jadwal studi-program studi dalam bidang teknologi, sosial dan humaniora.

2.2.9 Rumah Bakpia

Rumah Bakpia ialah pusat daerah pembuatan Bakpia, yaitu makanan khas kota Jogjakarta. Tempat ini wajib dikunjungi kalau berkunjung ke Jogjakarta alasannya merupakan orisinil daerah produksinya dan juga harganya sangat murah.


Bab 3. Penutup


3. 1 Kesimpulan


Berdasarkan pengalaman yang didapat dari perjalanan wisata ini, sanggup disimpulkan Indonesia mempunyai banyak daerah wisata yang patut dikunjungi, khususnya kota Bandung dan Jogjakarta. Selain mempunyai daerah wisata sebagai hiburan, kota ini juga mempunyai daerah – daerah wisata, pendidikan, dan bersejarah.

3.2 Saran


Karya wisata ini sangat baik untuk dilaksanakan alasannya mempunyai manfaat yang cukup banyak. Oleh alasannya itu, kegiatan ini sebaiknya terus diadakan dengan mengunjungi daerah – daerah lain yang ada di Indonesia. 

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Tuesday, February 20, 2018

√ Pola Teks Gosip Wacana Pendidikan Dan Tragedi Alam

Contoh Teks Berita Tentang Pendidikan dan Bencana Alam – Berita merupakan laporan mengenai suatu peristiwa. Menurut Charniey, isu merupakan laporan yang disampaikan secara cepat mengenai suatu insiden yang faktual, penting, menarik, dan menyangkut kepentingan orang banyak. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa isu merupakan laporan insiden terkini yang penting untuk disampaikan untuk kepentingan orang banyak. Berita amat penting bagi kita untuk mengetahui perkembangan dunia dengan membaca isu atau mendengarkan isu yang disajikan oleh media-media informasi, baik media cetak maupun media elektronik. 

Teks isu mempunyai sedikit perbedaan dengan teks lainnya. Ada beberapa unsur yang harus ada dalam teks isu yakni:

1. Unsur Aktual. Artinya isu harus mempunyai unsur kekinian, terhangat, dan gres saja terjadi. Dalam isu selalu ditampilkan peristiwa-peristiwa yang gres saja terjadi atau perkembangan suatu kasus yang sedang hangat dibahas dan diperbincangkan oleh masyarakat. 

2. Unsur Faktual. Berita harus menampilkan hal – hal yang asli, nyata terjadi, dan bukan rekayasa. Hal ini alasannya yakni isu akan ditonton atau dibaca oleh jutaan mata masyarakat.

3. Unsur Penting. Pemberitaan yang dimuat hendaknya mengandung unsur penting yang merupakan informasi bagi masyarakat. Unsur penting ini meliputi pemberitaan mengenai orang penting, ibarat pemberitaan kesepakatan nikah anak presiden. Selain itu juga, berisi informasi penting yang sangat diperlukan oleh masyarakat, contohnya kenaikan harga BBM atau keputusan awal puasa.

4. Unsur Menarik. Dalam mengemas suatu berita, haruslah semenarik mungkin semoga perhatian masyarakat, benar-benar terpusat pada isu yang dibuat. Biasanya, isu yang dimuat berkaitan dengan insiden terkini atau publik figur. 

Agar lebih jelas, kelasindonesia.com memperlihatkan pola teks isu perihal musibah dan dunia pendidikan. 

Advertisement

[Contoh 1] Contoh Teks Berita Tentang Bencana Alam


Gempa Jepang tewaskan 500 Warga

[Terkini News] Kyoto – Gempa dengan kekuatan 8,1 skala ritcher yang melanda negara matahari terbit pada 23 Mei 2014 telah menewaskan 500 warga. Menurut informasi setempat, data ini belum sepenuhnya valid. Hal ini alasannya yakni Tim Penanggulangan Bencana Alam setempat kian gencar mencari korban-korban yang mungkin masih tertimpa puing-puing bangunan yang runtuh. 

Kerugian yang dirasakan oleh pemerintah Jepang meliputi kerusakan bangunan-bangunan penting. Kerugian ini diperkirakan mencapai senilai Rp3 milyar. Gempa yang terjadi ini merupakan bukan kali pertama peristiwa yang melanda negara matahari terbit. Sebelumnya Jepang pernah dilanda tsunami yang menewaskan ribuan warga Jepang dan menghancurkan bangunan-bangunan penting. 

Kini para warga yang selamat mengungsikan diri ke bangunan-bangunan umum yang selamat, diantaranya Masjid Kyoto, Jepang. Pemerintah setempat kian gencar mencari korban yang belum ditemukan dan membersihkan sisa-sisa bangunan yang runtuh. 


[Contoh 2] Contoh Teks Berita Tentang Pendidikan 


Soal Bocor, UN Diulang???

[Terkini News] Jakarta – Bocornya soal ujian nasional untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama yang dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2015 merupakan isu besar untuk pelaksanaan ujian tahun ini. Menteri Pendidikan, Anies Baswedan menuturkan bahwa pelaku yang membocorkan soal ujian telah diselidiki. Ia menjelaskan bahwa pelaku pembocoran akan diproses aturan sesuai pasal yang berlaku. 

Dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (PUSPENDIK) Balitbang Kemendikbud, ditemukan sebanyak 30 buklet soal dari 11.730 yang diunggah ke internet secara ilegal. Setelah mendapat laporan tersebut, Menteri Pendidikan segera berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi untuk memblokir tautan di Google yang berisi konten ilegal tersebut. Koordinasi pun dilakukan dengan pihak Google dalam upaya pemblokiran konten tersebut. 

Diduga kebocoran soal UN ini melibatkan oknum dari pihak percetakan negara RI yang merupakan daerah yang ditunjuk untuk mencetak semua soal-soal ujian nasional. Penggeledahan pun dilakukan secara internal oleh pihak percetakan untuk mengetahui dalang dibalik insiden ini. 

Bocornya soal UN ini masih menjadi pertimbangan Menteri pendidikan untuk mengadakan ujian ulang atau tidak. Namun kemungkinan besar ialah ujian tidak akan diulang, hal ini menurut pertimbangan menyangkut biaya pembuatan soal yang cukup besar. 

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Monday, February 19, 2018

√ Rujukan Laporan Hasil Diskusi

Contoh Laporan Hasil Diskusi – Diskusi bukanlah hal abnormal bagi kita. Diskusi merupakan suatu kegiatan dimana sekelompok orang (dua atau lebih) berkumpul saling berinteraksi untuk membahas suatu topik. Di sekolah, kita sering diberikan kiprah oleh guru untuk mendiskusikan suatu mata pelajaran yang sedang dibahas. Diskusi dalam kelas diatur oleh guru, guru mengelompokkan siswa ke dalam suatu kelompok yang heterogen. Tujuannya untuk melatih kolaborasi siswa dalam mencari solusi akan suatu topik. Selain itu, dengan diskusi, siswa sanggup melatih diri untuk saling gotong royong dalam melaksanakan pekerjaan. Penerapan diskusi tidak sanggup dilakukan pada setiap aspek acara siswa.

Misalnya pada dikala ujian, itu bukanlah momen yang sempurna untuk melaksanakan diskusi dalam mencari penyelesaian dari tiap pertanyaan yang ada. Metode diskusi biasa dipakai guru dikala pembelajaran berlangsung. Meskipun metode ini tidak hanya dipakai pada jam pembelajaran sekolah, namun beberapa program lainnya juga sering memakai metode ini, menyerupai seminar, pelatihan, atau workshop. 

Dalam suatu pembelajaran, metode diskusi kerap kali dipilih oleh guru sebagai alternatif belajar. Metode ini dipilih sebab efektif dalam proses belajar. Selain mengefisiensikan waktu, metode jenis ini juga sanggup menciptakan siswa aktif dalam pembelajaran.

Sebuah diskusi, sanggup diawali dengan brainstorming antar siswa, yang diperoleh dari pertanyaan yang timbul dikala pembelajaran.Dan di tamat pembelajaran, guru biasanya senantiasa meminta laporan hasil diskusi dari masing-masing kelompok. Dengan adanya laporan ini, sanggup membantu guru untuk menilai kelompok mana yang benar-benar mengikuti jalannya diskusi. Oleh sebab itu, seriap siswa dalam kelompok harus benar-benar mengikuti diskusi biar sanggup menciptakan laporan diskusi dengan baik.

Bagaimanakah bentuk laporan hasil diskusi??? Pada artikel ini, kelasindonesia.com akan memperlihatkan pola teks yang berisi laporan hasil diskusi dalam suatu pembelajaran biologi. 

Advertisement
Laporan Hasil Diskusi Kelompok

Kelompok : I (SATU)
Kelas : XII IPA – 5 
Sekolah  : Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Natar, Lampung Selatan

I. Tujuan
Melatih kecakapan siswa serta saling menghargai dalam mengemukakan pendapat 

II. Topik Diskusi
Asal permintaan kehidupan

III. Pelaksanaan 
Waktu : Senin, 13 April 2015
Tempat : Kelas XII IPA 5, Sekolah Menengan Atas N 1 Natar
Kelompok Penyaji : Kelompok 5, yang beranggotakan: 
- Diana Novita Sari (Sebagai Moderator)
- Made Sukawaryan (Notulen)
- I Putu Gede Swastika (Penyaji -1 / Ketua Kelompok)
- Septa Anggraini (Penyaji – 2)

Peserta : Seluruh siswa – siswi kelas XII IPA – 5 Sekolah Menengan Atas N 1 Natar

IV. Hasil Dsikusi

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan untuk mengungkapkan teori wacana asal permintaan kehidupan, menghasilkan beberapa teori yaitu:

a. Teori abiogenesis

Teori ini dicetuskan pertama kali oleh tokoh filsuf yang kuat pada masa itu, yakni Aristoteles. Teori ini mengungkapkan bahwa kehidupan (makhluk hidup) berasal dari benda tak hidup, atau dikenal juga dengan teori Generatio Spontanea yaitu pembentukan secara spontan. Teori ini diperoleh Aristoteles menurut pengamatannya terhadap benda-benda hidup sekitar, ia melihat ikan yang keluar dari lumpur, selain itu ia melihat belatung yang keluar dari daging yang membusuk. Berdasarkan pengamatannya itu, Aristoteles menyimpulkan bahwa makhluk hidup (belatung, ikan) muncul secara impulsif dari benda tak hidup (lumpur, daging) dengan adanya gaya hidup. Teori ini didukung oleh ilmuwan lainnya yakni A.V. Leewuenhoek, dan J. Needham.

b. Teori biogenesis

Merupakan teori yang menentang teori abiogenesis, ialah teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup (kehidupan) berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Teori ini didapatkan dari percobaan yang dilakukan oleh Francisco Redi, L. Spalanzani, dan Louis Pasteur. Pada percobaan yang dilakukan Pasteur lah teori abiogenesis sanggup ditumbangkan sesudah berabad-abad dipercaya oleh masyarakat.

c. Teori Biokimia

Teori ini diungkapkan oleh beberapa ilmuwan modern yakni Oparin, H. Urey dan S. Miller. Menurut teori ini, kehidupan terbentuk dari reaksi antara senyawa-senyawa kimia yang pertama kali terdapat di bumi, ialah senyawa metana (CH4), hidrogen (H2), amoniak (NH3), dan air (H2O) yang bereaksi akhir adanya energi listrik yang berasal dari halilintar. Reaksi keempat senyawa ini membentuk endapan dalam bentuk asam amino, lalu dari asam amino yang terbentuk, menginisiasi pembentukan makhluk hidup yang pertama, heterotrof. Akibat acara biologis dari organisme tersebut, maka menginisiasi pembentukan makhluk hidup selanjutnya yang bersifat autotrof. Kemudian, adanya imbas lingkungan dan sebagainya menimbulkan pembentukan kehidupan menyerupai kini yang amat beragam.

V. Kesimpulan dan Saran 

Berdasarkan diskusi yang telah dilaksanakan, sanggup disimpulkan bahwa asal-usul kehidupan masih bersifat misteri. Meski kemajuan teknologi makin muthahir, namun hal itu belum sanggup menjawab bagaimana kehidupan ini berawal. Teori-teori yang diungkapkan oleh para ilmuwan, kerap kali terdapat kekeliruan dengan ditemukannya teori-teori yang baru. Dengan demikian, asal-usul kehidupan masih belum ditemukan kebenarannya. 

Adapun saran terkait jalannya diskusi ini yaitu, meski sudah berjalan dengan baik, namun moderator kurang berperan dalam mengatur jalannya diskusi. Sehingga bahan diskusi yang sedang dibahas menjadi tidak fokus pada topik yang disajikan. Kemampuan menjawab para penyaji pun dirasa kurang menguasai bahan ini. Sehingga, terdapat beberapa pertanyaan yang belum terjawab. 

Sumber http://www.kelasindonesia.com

√ Pola Kerangka Laporan Aktivitas Dan Pengembangannya (Terbaik)

Contoh Kerangka Laporan Kegiatan dan Pengembangannya (Terbaik) - Laporan planning kegiatan yaitu laporan yang disusun untuk merencanakan suatu kegiatan yang akan dilaksanakan. Laporan ini disusun oleh suatu organisasi atau tubuh yang akan melakukan suatu kegiatan. Laporan ini mempunyai fungsi, antara lain sebagai laporan pertanggungjawaban, arsip, maupun untuk mencari sumber dana. 

Untuk melakukan suatu kegiatan, Anda harus menciptakan laporan planning kegiatan supaya kegiatan yang ingin dilaksanakan berkala dengan rapi. Untuk memudahkan Anda menciptakan laporan planning kegiatan, berikut ini yaitu kerangka laporan planning kegiatan beserta contohnya.


Kerangka Laporan Rencana Kegiatan


Judul

I. Nama Kegiatan
II. Tema Kegitan
III. Maksud dan Tujuan
IV. Bentuk Kegiatan
V. Sasaran dan Peserta Kegiatan
VI. Waktu dan Tempat
VII.Kepanitiaan
VIII. Susunan Acara
IX. Sumber Dana dan Anggaran Biaya
X. Lampiran


Contoh.

RANCANGAN KEGIATAN 



I. NAMA KEGIATAN


Kegiatan ini diberi nama :   Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Belitang

II. TEMA KEGIATAN


“Penanaman Nilai-nilai Pancasila dalam Menumbuhkan Jiwa Berorganisasi dan Jiwa Kepemimpinan Siswa”.

III. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud 


Maksud dilaksanakannya kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kualitas dan wawasan siswa Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Belitang dalam pengetahuan dan pengamalan wacana nilai-nilai Pancasila untuk membentuk siswa yang berjiwa pemimpin sehingga sanggup diaplikasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan


Kegiatan ini bertujuan untuk :

  1. Membangun semangat dan jiwa Nasionalisme yang berlandaskan Pancasila bagi generasi muda
  2. Memberikan wawasan berorganisasi dan pengetahuan wacana administrasi organisasi bagi siswa
  3. membentuk abjad pemimpin dalam jiwa siswa
  4. Meningkatkan kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antar siswa


IV. BENTUK KEGIATAN


Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS)

Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) yaitu suatu bentuk kegiatan dari Lomba Kompetensi Siswa untuk membentuk siswa yang berkualitas dalam hal berorganisasi. Manajemen organisasi yaitu suatu perencanaan yang bekerjasama dengan bagaimana seseorang sanggup mengolah atau mengurus suatu rangkaian organisasi dari menentukan anggota hingga penyelesaian masalah. Manajemen Organisasi akan membutuhkan banyak sumber daya insan (SDM) yang bermutu dan berkompeten.

Oleh alasannya yaitu itu, melalui kegiatan Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) dibutuhkan   sanggup menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan jiwa berorganisai mahasiswa supaya menjadi kader yang sanggup bermanfaat bagi nusa, bangsa dan negara menurut Pancasila.


V. SASARAN DAN PESERTA KEGIATAN


Sasaran kegiatan ini yaitu siswa kelas X dan XI Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Belitang khususnya siswa yang berperan sebagai perangkat kelas menyerupai ketua kelas, wakil ketua, sekretaris dan bendahara yang berjumlah 36 siswa. Selain perangkat kelas, akseptor kegiatan Lomba Kompetensi Siswa ini yaitu siswa yang aktif dalam organisasi sekolah seperti; PRAMUKA, PMR, PASKIBRAKA, Paduan Suara, Pencak Silat, 9K dan KIR yang berjumlah 64 siswa, 35 siswa anggota dan Pengurus OSIS ditambah 15 orang tamu seruan  dan pemateri, sehingga total keseluruhan akseptor berjumlah 150 (Seratus lima puluh) orang. 


VI. WAKTU DAN TEMPAT


Lomba Kompetensi Siswa akan dilaksanakan pada :
Hari/Tangga : Minggu, 26 April 2015
Tempat :  Aula Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Belitang


VII. KEPANITIAAN


Penyelenggara kegiatan Lomba Kompetensi Siswa ini yaitu OSIS Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Belitang. Susunan Panitia Kegiatan yaitu sebagaimana terlampir.



VIII. SUSUNAN ACARA


Susunan program kegiatan yaitu sebagaimana terlampir.



IX. SUMBER DANA DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA


Sumber Dana :


Dana Kesiswaan dari Sekolah
Rencana Anggaran Biaya
Rencana Anggaran Biaya yaitu sebagaimana terlampir.


X. LAMPIRAN


Advertisement

LAMPIRAN 1


SUSUNAN PERSONALIA PANITIA LATIHAN KEPEMIMPINAN SISWA (LKS) Sekolah Menengan Atas NEGERI 1 BELITANG


Penanggung Jawab : 


Kepala Sekolah Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Belitang : I Nyoman Satria Indra M.Pd

Panitia Pengarah (SC) : 


Pembina OSIS 1. Ferdian S.Pd
Pembina OSIS 2. Fauzan S.Pd

Panitia Pelaksana (OC)  


Ketua : Komang Mega Susanti
Sekretaris : Aria Nugraha
Bendahara: Ewo 

s3ki – s3ki :

a. s3ki Acara
Koordinator : Adiyatma
Anggota : 
Elfrida
Mega 
Ayu Rini
Udya H.
   

b. s3ki Kesekretariatan 
Koordinator : Juana Riskawati
Anggota: 
Siva Ananda
 Desi Purnama Sari
Nyoman Lusiana

c. s3ki HPD
Koordinator : Adinata
Anggota:
Wisnaya
Darsane
d. s3ki Konsumsi
Koordinator : Sugiharningsih
Anggota: 
Yuli S.N.
Eka Purnami
Sutamiati
Juni Candrawatii

e. s3ki Perlengkapan  
Koordinator : Agus Setiawan
Anggota : 
Suardi Astawa
Krisma AP
Rasta
Adi P.W
Dewa Ketut Adi
  



LAMPIRAN 2


AGENDA ACARA LATIHAN KEPEMIMPINAN SISWA Sekolah Menengan Atas NEGERI 1 BELITANG


Minggu, 26 April 2015

NO
WAKTU
ACARA
PENANGGUNG JAWAB
1
08.00 – 09.00

Persiapan
Semua Panitia
2
09.00  – 10.30
Pembukaan DMO
Pembukaan
Tari Penyambutan
Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMA Negeri 1 Belitang
Laporan ketua Panitia
Sambutan – Sambutan
Sambutan Ketua OSIS
Sambutan Pembina OSIS
Sambutan Kepala Sekolah sekaligus membuka program
Doa
Penutup






Sie Acara & MC
3
10.30 – 10.45
Break
Sie acara
4
10.45 – 12.15
Materi 1: Pancasila
Pemateri
5
12.15  – 13.00
ISOMA
Sie acara, sie konsumsi
6
13.00  – 15.00
Materi 2: Pemimpin dan Kepemimpinan
Pemateri
7
15.00­­­--15.15
Break (game)
Sie acara
7
15.00 --17.00
Materi 3: Manajemen waktu
pemateri
8
17.00—17.30
Penutup
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Menyanyikan lagu Mars Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Belitang
Laporan Ketua Pelaksana
Sambutan Ketua OSIS Sekolah Menengan Atas Negeri 1 Belitang sekaligus menutup acara





Sie acara


TOTAL ANGGARAN PENGELUARAN DANA


No
Keterangan
Sub total pengeluaran (Rp)
1
Sie Kesekretariatan
250.000
2
Sie Acara
2.300.000
3
Sie Konsumsi
2.756.000
4
Sie Perlengkapan
450.000
5
Sie Pubdekdok
220.000

Total pengeluaran
5.976.000

Lima Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Enam Ribu Rupiah

SUMBER DANA


Dana Kesiswaan Sekolah Menengan Atas Negeri 1Belitang = Rp. 6.000.000,-

Sisa dana sebesar Rp. 6000.000 - Rp. 5.976.000 = Rp. 24.000


Sumber http://www.kelasindonesia.com