Wednesday, October 3, 2018

√ 3 Perbedaan I Dan I’M Dalam Bahasa Inggris Serta Teladan Kalimat

Dalam hukum tata kebahasaan Bahasa Inggris (grammar), terdapat salah satu hukum penting yang tidak sanggup tidak kita terapkan. Aturan tersebut yaitu to be. To be yaitu kata kerja yang menghubungkan subjek (I/You/We/They/He/She/It) dengan objeknya.


Untuk setiap subjek mempunyai to be yang berbeda. I memakai am, You/We/They memakai are, dan He/She/It memakai is. Berbeda dengan subjek yang lain, I mempunyai to be yang mutlak yaitu am. Contoh kalimatnya :


I am a writer (Saya yaitu seorang penulis)

I am watching a TV Show (Saya sedang menonton program TV)


Kedua kalimat tersebut merupakan dua bentuk kalimat yang berbeda, namun memuat I bersama to be-nya, am. Kalimat pertama merupakan bentuk kalimat present tense dengan rumus subject + to-be + object, menggambarkan sesuatu yang biasa terjadi atau terjadi secara berulang-ulang. Contohnya aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan lain-lain.


Sedangkan kalimat kedua merupakan contoh kalimat present continous tense dengan rumus subject + to-be + verb 1 + -ing + object dimana bentuk kalimat ini menjelaskan perihal aktivitas yang sedang berlangsung atau sedang dilakukan. Jika diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia, to-be am pada dua kalimat tersebut mempunyai arti yang berbeda. Pada kalimat pertama, am sanggup diterjemahkan sebagai adalah. Berbeda dengan kalimat kedua, am sanggup diartikan sebagai sedang atau sementara melakukan.


Penggunaan I dan I am (biasa disingkat I’m) tentu punya tujuan berbeda sesuai dengan makna kalimat yang hendak disampaikan. Seringkali, orang yang sedang berguru Bahasa Inggris tidak memperhatikan perbedaan penggunaan I dan I’m sehingga kalimat yang terbentuk akan rancuh dan diartikan salah oleh lawan bicara.


Berikut ini yaitu pembahasan mengenai perbedaan antara I dan I’m dalam kalimat Bahasa Inggris.


1. Makna

Jika diartikan secara harafiah, I berarti saya/aku. Berbeda dengan I am yang berarti Saya adalah- atau Saya sedang melakukan-.


2. Bentuk

Selain maknanya, bentuknya pun tidak sanggup disamakan. I merujuk pada kata ganti orang pertama tunggal atau sanggup juga dianggap sebagai kata benda (nouns). I am sanggup dikategorikan sebagai present tense yang lengkap sebab tanpa diberikan object atau keterangan kalimat I am sudah sanggup memberikan pesan secara ringkas dan jelas. 







3. Kegunaan

Sudah terang dari bentuk dan maknanya yang berbeda, tentunya keduanya juga berguna yang berbeda. I yang bermakna saya atau saya dipakai untuk menyebut/merujuk orang yang sedang berbicara atau si penulis bila terdapat dalam tulisan. I am yang sudah merupakan kalimat lengkap sanggup dilihat perbedaan kegunaannya dengan I am dalam teladan percakapan di bawah ini:


A: Is it okay if I sit here? (Apa tidak apa-apa bila saya duduk di sini?)

B: Yes, sure, it is not a problem. (Ya, tentu. Tidak masalah)

A: Alright, Thanks! Are you the teacher of this class? (Baiklah, trims! Apakah kau guru di kelas ini?

B: Yes, I am! (Ya, itu saya/sayalah itu [guru di kelas ini])


Bisa dilihat dari percakapan tersebut, A memakai I sebagai kata ganti untuk menyebutkan dirinya dalam kalimat. Berbeda dengan ketika B memakai I am sebagai kalimat konfirmasi atas apa yang ditanyakan A mengenai posisinya sebagai guru di kelas.


Itulah 3 perbedaan I dan I’m dalam Bahasa Inggris. Meskipun terkesan remeh, menyalah gunakan kedua istilah ini akan sangat mensugesti persepsi orang mengenai pesan atau kalimat yang hendak disampaikan. Mungkin pengaruhnya tidak begitu terlihat ketika melaksanakan percakapan secara lisan/langsung bertatap muka.


Namun dalam penggunaan I dan I’m untuk tujuan akademis yang bersifat tertulis, formal, dan ilmiah, pastikan untuk jangan hingga salah memasukkan dalam kalimat.



Sumber https://azbahasainggris.com