Monday, December 11, 2017

√ 5 Keterampilan Yang Harus Dimiliki Ketika Bernegosiasi

5 Keterampilan yang Harus Dimiliki Saat Bernegosiasi - Negosiasi yakni sebuah proses dimana seseorang mendiskusikan sesuatu dengan orang lain untuk mencapai sebuah kesepakatan bersama dengan orang tersebut atau mencapai kesepakatan bersama dalam sebuah diskusi. Saat bernegosiasi pun terdapat beberapa keterampilan yang harus dimiliki. Berikut yakni 5 keterampilan yang harus dimiliki dikala bernegosiasi.

1. Pahami dengan Jelas Tujuan Negosiasi


Sekarang, kau mungkin berpikir tujuan sudah jelas, tetapi kenyataannya yakni bahwa kebanyakan orang yang melaksanakan perundingan belum memikirkan apa yang ingin mereka capai atau yang mereka tinggalkan.

Untuk memperjelas tujuan kamu, ada tiga pertanyaan kunci yang harus kau tanyakan pada diri sendiri:

a) Apa hasil terbaik yang mungkin didapatkan? Katakanlah kau sedang bernegosiasi untuk menjual produk, layanan, atau perusahaan - apa yang paling realistis yang sanggup kau kejar? 

b) Apa kemungkinan terburuk yang sanggup terjadi? Ini mengacu pada penawaran final yang paling tidak sanggup diterima (kemungkinan terburuk). 

c) Apa rencana B? Sebaiknya kau mencari alternatif terbaik untuk perjanjian yang dinegosiasikan. Apa yang akan kau lakukan jikalau tidak mencapai kesepakatan?

Ketika kau menjadi lebih terang ihwal masing-masing elemen ini, perundingan akan menjadi lebih mudah. Oleh alasannya yakni itu, kau harus yakin bahwa ketika kau berurusan dengan perundingan yang semakin penting, kau akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menuntaskan tanggapan dari ketiga pertanyaan ini.

2. Tentukan Strategi Negosiasi Inti


Pikirkanlah ihwal pentingnya memasuki perundingan dengan taktik perundingan inti (SSP). Saat bernegosiasi, nilai dan keadilan baik untuk dipikirkan. Namun, hal lain yang lebih penting dipikirkan yakni ihwal keselamatan dan tanggung jawab.

Dan itulah yang dimaksud dengan membuat taktik perundingan inti - menemukan hal sebagai pintu yang ingin kau masuki dalam negosiasi. Itu sanggup menjadi pintu keselamatan dan kewajiban atau nilai, pintu persaingan atau bisnis masa depan.

Sekali lagi, jikalau ini yakni perundingan kecil kau mungkin tidak akan memakai banyak energi untuk mengumpulkan banyak dan banyak informasi. Tetapi bahkan kemudian, kau mungkin menghabiskan lima menit online melihat ihwal harga di daerah lain dan opsi apa yang ada. Kemudian kau sanggup masuk melalui pintu kompetisi. Kamu sanggup bertanya, "Siapa pesaing kamu? Dan mengapa tidak semua orang membeli ditempatmu?"

Hanya dengan mengajukan pertanyaan menyerupai itu, kau sanggup menjamin harga yang lebih baik atau persyaratan yang lebih baik. Dan itulah inti dari langkah kedua ini - menemukan taktik yang akan membuat kau semakin akrab dengan hasil terbaikmu.

Advertisement

3. Memahami Tanda Tangan Negosiasimu


Kamu mempunyai "tanda tangan" dalam negosiasi. Tanda tangan itu yakni cara kebiasaan yang mengambarkan bahwa kau melaksanakan negosiasi.

Memahami tanda tanganmu akan membantumu mengetahui apa yang sedang kau kerjakan. Ini yakni langkah yang sangat penting sebagai seorang negosiator, alasannya yakni ada satu hal yang sanggup kau jamin dalam negosiasi: Setiap kali kau bernegosiasi, kau akan berada di sana. Kamu tidak sanggup memohon diri untuk meninggalkan ruangan ketika perundingan dimulai.

Jadi, kenali kepribadian, gaya, dan preferensi dirimu sendiri. Cari tahu sikap menyerupai apa yang kau gagal lakukan di masa kemudian dan seberapa nyaman kau dalam perundingan sebelumnya.

Jika kau ingin mencari tahu ihwal hal ini, kau sanggup berlatih dengan cara: Dua akseptor memainkan tugas perundingan sementara pihak ketiga mengawasi dan memperlihatkan umpan balik sesudahnya.

4. Bangun Motivasi


Salah satu hal paling berpengaruh yang sanggup kau lakukan dalam perundingan yakni mencari tahu mengapa pihak lain ingin membuat kesepakatan. Kamu sanggup melaksanakan ini dengan mengajukan pertanyaan dan membangun akar negosiasi.

Misalnya, jikalau kau membeli layanan dari vendor TI, coba katakan sesuatu seperti, "Ceritakan ihwal layanan TI-mu. Saya mendapat penawaran email untuk layanan TI setiap saat. Bagaimana layananamu berbeda dari layanan yang mereka tawarkan ?"

Mengajukan pertanyaan ihwal pesaing mereka dan mengapa mereka ingin bekerja denganmu dan apa untungnya bagi mereka akan membangun motivasi lawan negosiasimu.

5. Mainkan Partai Enggan


Sudah menjadi sifat insan bahwa dalam perundingan apa pun, satu pihak akan bersemangat dan pihak lain akan enggan. Anggaplah bahwa negosiasimu akan menyerupai kebanyakan yang lain: Akan ada pihak yang bersemangat dan yang enggan. Dan, jikalau kau memakai ketiga taktik di bawah ini, kau sanggup yakin bahwa kau yakni orang yang enggan.

a) Pertama, gunakan bahasa tubuhmu untuk mengkomunikasikan keenggananmu. Pihak-pihak yang enggan duduk dari meja dan menjaga biar ketegangan di badan mereka tetap rendah. Dengan meletakkan kaki mereka di depan badan mereka pada sudut 90 derajat, dan dengan membulatkan pundak mereka, mereka berkomunikasi bahwa mereka tidak terlalu bersemangat untuk membuat kesepakatan.

b) Kedua pertimbangkan bagaimana kau sanggup memanipulasi suaramu biar terdengar lebih enggan. Sementara pihak yang bersemangat berbicara dengan cepat dan dengan volume dan nada yang lebih tinggi, pihak yang enggan berbicara perlahan dan lembut. Melakukan hal ini juga menurunkan nada bunyi mereka, yang membuat mereka tampak semakin enggan.

c) Terakhir, ingatlah bahwa pihak yang enggan memenuhi syarat bahasa mereka. Mereka menyampaikan hal-hal seperti, "Saya tidak tahu apakah kita sanggup melaksanakan X." Atau "Apakah ini akan berhasil untukmu jikalau kami sanggup melakukannya?" Mereka juga banyak bertanya dan menjadikan banyak tantangan. Mereka tidak pernah berkata, "Ya! Ayo lakukan!" Mereka tidak memperlihatkan kegembiraan.

Hanya dengan mengambil tugas sebagai pihak yang enggan, kau benar-benar sanggup memaksa lawan untuk mengambil tugas sebagai pihak yang bersemangat.

Demikianlah 5 keterampilan yang harus dimiliki dikala bernegosiasi. Semoga beberapa keterampilan tersebut sanggup membantu teman – teman akan apa saja yang harus dilakukan pada dikala negosiasi. Semoga bermanfaat!


Sumber http://www.kelasindonesia.com