Wednesday, October 25, 2017

√ Silabus Bahasa Indonesia Sma X, Xi, Xii K13 Revisi Terbaru 2018/2019

Silabus Bahasa Indonesia Sekolah Menengan Atas X, XI, XII K13 Revisi Terbaru 2018/2019. Salam sejahtera bagi para guru di seluruh Indonesia, semoga semua guru yang mengajar selalu diberikan kesehatan dan diberikan berkah oleh Tuhan YME. Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan Silabus mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk Kelas X, XI dan XII. Silabus ini diperoleh dari kegiatan workshop revisi 2018/2019 kurikulum 2013 terbaru. Silabus ini sanggup dijadikan sebagai panduan dalam pembuatan RPP. Anda bisa mend0wnl0ad Silabus Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengan Atas kelas X, XI dan XII ini pada link paling bawah halaman ini. 
 Salam sejahtera bagi para guru di seluruh Indonesia √ Silabus Bahasa Indonesia Sekolah Menengan Atas X, XI, XII K13 Revisi Terbaru 2018/2019

Download Silabus Bahasa Indonesia Sekolah Menengan Atas Kurikulum 2013 Revisi Terbaru 2018/2019. Kegiatan Pembelajaran pada silabus dapat diadaptasi dan diperkaya dengan konteks kawasan atau sekolah, serta konteks global untuk mencapai kualitas optimal hasil mencar ilmu pada penerima didik. Tujuan kontekstualisasi pembelajaran ini yaitu semoga penerima didik tetap berada pada budayanya, mengenal dan menyayangi alam dan sosial di sekitarnya, dengan perspektif global sekaligus menjadi pewaris bangsa sehingga akan menjadi generasi tangguh dan berbudaya Indonesia.

Berikut ini yaitu sebagian cuplikan isi dari file silabus Bahasa Indonesia Sekolah Menengan Atas kelas X, XI dan XII.

I. PENDAHULUAN
A. Rasional

Pendekatan pengembangan kurikulum bahasa di banyak sekali negara maju ketika ini menjadi dasar pengembangan Kurikulum 2013mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan dimaksud yaitu genre-based, genre pedagogy, dan content language integrated learning (CLIL). Secara singkat, pendekatan yang dipakai yaitu pendekatan berbasis genre. Genre merupakan pengelompokan dari suatu insiden komunikasi. Setiap insiden komunikasi mempunyai tujuan komunikatif yang khas yang juga berbeda dalam wujud komunikasinya. Wujud komunikasi ini ditentukan oleh masyarakat yang menghasilkan genre tersebut (Swales, 2003). Ada beberapa prinsip yang yang diacu, yakni: (1) teks terbentuk lantaran tuntutan kegiatan sosial; (2) teks itu mempunyai tujuan sosial; (3) bentuk teks merupakan hasil konvensi; (4) kebahasaan suatu teks bersifat fungsional sesuai tujuan sosial; dan (5) aspek kebahasaan teks (seperti kosakata, tata bahasa, atau ciri lainnya) dibelajarkan secaara terpadu, dihentikan dibelajarkan terpisah dari pertimbangan struktur teksnya (Biber & Conrad, 2009).Hal yang perlu diingat yaitu bahwa genre merupakan makna dan tujuan sosial, tipe teks yaitu bentuk fisiknya. Oleh lantaran itu, pendekatan berbasis genre juga terkadang disebut berbasis teks.

Teks dalam pendekatan berbasis genre bukan diartikan--istilah umum-- sebagai goresan pena berbentuk artikel. Teks merupakan perwujudan kegiatan sosial dan bertujuan sosial, baik verbal maupun tulis. Ada 7 jenis teks sebagai tujuan sosial, yaitu: laporan (report), rekon (recount), eksplanasi (explanation), eksposisi (exposition: discussion, response or review), deskripsi (description), mekanisme (procedure), dan narasi (narrative).

Mata pelajaran Bahasa Indonesia dimaksudkan untuk membina dan membuatkan kepercayaan diri penerima didik sebagai komunikator, pemikir (termasuk pemikir imajinatif), dan menjadi warga negara Indonesia yang melek literasi dan informasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan membina dan membuatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku berkomunikasi yang diharapkan penerima didik dalam menempuh pendidikan, hidup di lingkungan sosial, dan berkecakapan di dunia kerja.

Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia secara umum bertujuan semoga penerima didik bisa mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Kompetensi dasar dikembangkan menurut tiga hal lingkup bahan yang saling bekerjasama dan saling mendukung pengembangan kompetensi pengetahuan kebahasaan dan kompetensi keterampilan berbahasa (mendengarkan, membaca, memirsa, berbicara, dan menulis) penerima didik. Kompetensi perilaku secara terpadu dikembangkan melalui kompetensi pengetahuan kebahasaan dan kompetensi keterampilan berbahasa. Ketiga hal lingkup bahan tersebut yaitu bahasa (pengetahuan perihal Bahasa Indonesia); sastra (pemahaman, apresiasi, tanggapan, analisis, dan penciptaan karya sastra); dan literasi (perluasan kompetensi berbahasa Indonesia dalam banyak sekali tujuan khususnya yang berkaitan dengan membaca dan menulis).
Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga gampang dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan semoga penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) bahan dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; gampang diajarkan oleh guru (teachable); gampang dipelajari oleh penerima didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan penerima didik.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memperlihatkan kesempatan kepada guru untuk membuatkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus meliputi kompetensi dasar, bahan pokok, alternatif pembelajaran dan penilaianya. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktifitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru sanggup membuatkan banyak sekali model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang diadaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Bahasa Indonesia di Pendidikan Dasar Dasar dan Pendidikan Menengah

Pengembangan kompetensi lulusan Bahasa Indonesia ditekankan pada kemampuan mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Pengembangan kemampuan tersebut dilakukan melalui media teks. Dalam hal ini, teks merupakan perwujudan kegiatan sosial dan mempunyai tujuan sosial. Pencapaian tujuan ini diwadahi oleh karakteristik: cara pengungkapan tujuan sosial (yang disebut struktur retorika), pilihan kata yang sesuai dengan tujuan, dan tata bahasa yang sesuai dengan tujuan komunikasi. Kegiatan komunikasi sanggup berbentuk tulisan, lisan, atau multimodal (yakni teks yang menggabungkan bahasa dan cara/media komunikasi lainnya menyerupai visual, bunyi, atau verbal sebagaimana disajikan dalam film atau penyajian komputer).

Mata pelajaran Bahasa Indonesia diberikan semenjak SD/MI sampai SMA/MA/SMK/MAK. Pada SD kelas I, II, dan III mata pelajaran Bahasa Indonesia mengintergrasikan muatan IPA dan IPS.

Kerangka pengembangan kurikulum Bahasa Indonesia yaitu sebagai berikut:

  1. Pengembangan kompetensi kurikulum Bahasa Indonesia ditekankan pada kemampuan mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Pengembangan kemampuan tersebut dilakukan melalui banyak sekali teks. Dalam hal ini teks merupakan perwujudan kegiatan sosial dan mempunyai tujuan sosial. Kegiatan komunikasi sanggup berbentuk tulisan, lisan, atau multimodal (teks yang menggabungkan bahasa dan cara/media komunikasi lainnya menyerupai visual, bunyi, atau verbal sebagaimana disajikan dalam film atau penyajian komputer);
  2. Kompetensi dasar yang dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dimaksudkan untuk membuatkan kemampuan penerima didik dalam mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Untuk mencapai kompetensi tersebut penerima didik melaksanakan kegiatan berbahasa dan bersastra melalui acara verbal dan tulis, cetak dan elektronik, laman tiga dimensi, serta gambaran visual lain;
  3. Lingkup bahan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas I-XII merupakan pembagian terstruktur mengenai 3 lingkup materi: bahasa, sastra, dan literasi;
  4. Lingkup bahan bahasa meliputi pengenalan variasi bahasa sebagai bab dari masyarakat Indonesia yang multilingual, bahasa untuk interaksi (bahasa yang dipakai seseorang berbeda sesuai latar sosial dan hubungan sosial penerima komunikasi), aksen, gaya bahasa, penggunaan idiom (sebagai bab dari identitas sosial dan personal, struktur dan organisasi teks (teks terstruktur untuk tujuan tertentu, bagaimana bahasa dipakai untuk membuat teks semoga kohesif, tingkat kerumitan teks dan topik, teladan dan ciri-ciri kebahasaanya, berteks secara sempurna dengan memakai kata, kalimat, paragraf secara efektif);
  5. Lingkup bahan sastra meliputi pembahasan konteks sastra, balasan terhadap karya sastra, menilai karya sastra, dan membuat karya sastra; dan
  6. Lingkup bahan literasi meliputi teks dalam konteks, berinteraksi dengan orang lain, menafsirkan, menganalisis, mengevaluasi teks, dan mencipta teks. 
 ............... dan seterusnya.... 
Itulah tadi beberapa cuplikan isi dari Silabus Bahasa Indonesia SMA Kelas X, XI, dan XII Kurikulum 2013 Revisi Terbaru yang bisa Anda d0wnl0ad pada link di bawah ini. Semoga file ini bisa membantu para Guru-guru yang sedang membutuhkan. 

Link Download: 

Sumber http://www.arsipguru.web.id