Sunday, June 11, 2017

√ Dimensi Indikator Produktivitas

Konsep produktivitas dijelaskan oleh Ravianto (1989: 18) sebagai berikut:
  1. Produktivitas yaitu konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa untuk semakin banyak orang dengan memakai sedikit sumber daya.
  2. Produktivitas berdasarkan atas pendekatan multidisiplin yang secara efektif merumuskan tujuan rencana pembangunan dan pelaksanaan cara-cara produktif dengan memakai sumber daya secara efektif dan efisien namun tetap menjaga kualitas.
  3. Produktivitas terpadu memakai keterampilan modal, teknologi manajemen, informasi, energi, dan sumber daya lainnya untuk mutu kehidupan yang mantap bagi insan melalui konsep produktivitas secara menyeluruh.
  4. Produktivitas berbeda di masing-masing negara dengan kondisi, potensi, dan kekurangan serta impian yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan dalam jangka panjang dan pendek, namun masing-masing negara mempunyai kesamaan dalam pelaksanaan pendidikan dan komunikasi.
  5. Produktivitas lebih dari sekedar ilmu teknologi dan teknik administrasi akan tetapi juga mengandung filosofi dan perilaku fundamental pada motivasi yang besar lengan berkuasa untuk terus menerus berusaha mencapai mutu kehidupan yang baik.
Sinungan (1995: 18) menjelaskan produktivitas dalam beberapa kelompok sebagai berikut :
  1. Rumusan tradisional bagi keseluruhan produksi tidak lain yaitu ratio apa yang dihasilkan (output) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang digunakan.
  2. Produktivitas intinya yaitu suatu perilaku mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik dari pada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.
  3. Produktivitas merupakan interaksi terpadu harmonis dari tiga faktor esensial, yakni : Investasi termasuk pengetahuan dan tekhnologi serta riset, administrasi dan tenaga kerja.
Peningkatan produktivitas merupakan dambaan setiap perusahaan, produktivitas mengandung pengertian berkenaan denagan konsep ekonomis, filosofis, produktivitas berkenaan dengan perjuangan atau acara insan untuk menghasilkan barang atau jasa yang mempunyai kegunaan untuk pemenuhan kebutuhan hidup insan dan masyarakat pada umumnya.

Dari sejumlah teori yang dideskripsikan untuk memperoleh sumbangan teoritik penyusunan konsep operasional variabel penelitian, berdasarkan Balai Pengembangan Produktivitas Daerah (dalam Umar, 2001: 11) menjelaskan ada enam faktor utama yang memilih produktivitas tenaga kerja yaitu Sikap Kerja, Tingkat keterampilan, Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan, Manajemen produktivitas, Efisiensi tenaga kerja dan Kewiraswastaan.

Dengan pandangan ini terdapat enam dimensi yaitu : dimensi Sikap Kerja, dimensi Tingkat keterampilan, dimensi Hubungan antara lingkungan kerja, dimensi Manajemen produktivitas, dimensi Efisiensi tenaga kerja dan dimensi Kewiraswastaan maka disusun konsep operasional variabel produktivitas kerja sebagai berikut :
  1. Dimensi Sikap Kerja dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri dari indikator-indikator perilaku dalam melayani, perilaku dalam melaksanakan pekerjaan, dan perilaku melaksanakan inisiatif kerja.
  2. Dimensi Tingkat Ketrampilan dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri dari indikator-indikator ketrampilan pencapaian tugas, ketrampilan melaksanakan program, dan ketrampilan mengevaluasi pencapaian program.
  3. Dimensi Hubungan antara lingkungan kerja dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri dari indikator-indikator korelasi kerja dengan pimpinan, korelasi kerja dengan antar bagian, dan korelasi kerja dengan rekan sekerja.
  4. Dimensi Manajemen Produktivitas dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri dari indikator-indikator koordinasi pekerjaan, komunikasi antar bagian, dan tanggungjawab pekerjaan.
  5. Dimensi Efisiensi tenaga kerja dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri dari indikator-indikator jumlah tenaga kerja, pemanfaatan tenaga kerja, dan pemanfaatan waktu tenaga kerja.
  6. Dimensi Kewiraswastaan dioperasionalkan menjadi 3 indikator penelitian yang terdiri dari indikator-indikator kemampuan melihat potensi daerah, kemampuan melihat potensi diri, dan kemampuan melihat potensi organisasi.

Sumber http://tesisdisertasi.blogspot.com