Showing posts with label Teks Percakapan. Show all posts
Showing posts with label Teks Percakapan. Show all posts

Sunday, March 18, 2018

√ Teladan Percakapan Perundingan Jual Beli

Contoh Percakapan Negosiasi Jual Beli - Negosiasi ialah proses tawar menawar antara kedua belah pihak semoga sanggup mencapai kesepakatan. Dlam banyak sekali hal kita seringkali melaksanakan negoisasi dalam kehidupan sehari-hari, menyerupai dalam membeli barang atau menawar gaji. 

Dalam negoisasi, ada keinginan antar kedua belah pihak, dan semoga kedua pihak sanggup mendapat keinginannya maka negoisasi sanggup membantu kedua belah pihak untuk mendapat keinginannya. Berikut rujukan percakapan negaoisasi antara penjual dan pembeli.

Contoh Percakapan Negosiasi Jual Beli

Kusuma : hallo. Assalamualaikumwr.wb. Benar dengan bapak suherman?

Suherman : anda benar. Maaf ini siapa???

Kusuma : saya kusuma wijaya. Saya sedang mencari tanah, dan adik saya memberitahukan terkait iklan jual tanah yang bapak pasang di media cetak fajar. Oleh alasannya ialah itu, saya menghubungi bapak terkait dengan iklan tanah yang bapak pasang di koran tersebut.

Suherman : iya, benar pak kusuma. Saya akan menjual tanah seluas 1,5ha di tempat serbajadi. Bapak berminat???

Kusuma : benar pak, kebetulan saya memang sedang mencari tanah di area pedalaman. Dan saya rasa tanah bapak menjawab harapan saya. Bisa kah saya bertemu dengan bapak untuk melanjutkan perbincangan ini? 

Suherman : wah, kebetulan sekali. Semoga berjodoh ya pak. Tentu sanggup pak. Kapan bapak sanggup bertemu? Bapak saja yang memperlihatkan jadwal, alasannya ialah setiap hari saya ada di ladang, jadi kapan saja okelah.

Kusuma : wah tampaknya tanah bapak ini luas ya, ladangnya pun banyak. Kebetulan sekali jikalau bapak setiap hari di ladang saya ingin menemui bapak di ladang sambil meninjau lokasi bagaimana pak?

Suherman : oh, tentu dengan bahagia hati. Makara kapan pak?

Kusuma : bagaimana lusa jam 10 pak?

Suherman : saya mah flexibel pak, oke-oke.

Kusuma : alhamdulillah, boleh saya meminta alamat rumah dan alamat ladang pak

Suherman : alamat rumah jl. Tulungdijawab no 359 rt 117 rw 298 kec. Sibayan, dan untuk alamat lawah berlokasi di serbajadi, gampangnya besok kalau bapak sudah hingga di rumah, ada anak saya yang akan mengantarkan bapak ke sini.

Kusuma : oh, baiklah pak. Sampai berjumpa besok pak. Assalamualaikum.

Suherman : iya pak, waalaikumusalam. 

Hari pun berganti, matahari mulai menyingsing. Suherman sangat berharap pak kusuma jadi membeli tanahnya. Suherman sangat membutuhkan uang dari penjualan tanah tersebut untuk biaya sekolah anaknya yang akan masuk ke kedokteran.

Kusuma : assalamualaikum ????????

Suherman : waalaikumusalam wr. Wb. Mau mencari siapa pak?

Kusuma : pak suherman? Saya kusuma yang kemarin menelpon akan melihat tanah.

Suherman : oh iya bapak kusuma wijaya, betul? Mari masuk pak, saya gres saja akan ke ladang.

Kusuma : kalau begitu kita pribadi saja ke ladang pak, biar urusan cepat. 

Suherman : o.. Baiklah, tunggu sebentar ya pak. (suherman bersiap, tak usang lalu ia keluar dengan mengendarai motor), mari pak kusuma kita menuju tkp.

Sesampainya di ladang..

Suherman : ini tanah yang akan saya jual pak, luasnya 1,5 ha. Lokasi bersahabat dengan jalan utama.

Kusuma : hmmm, bagaimana dengan flora di atas tanah ini pak?
Advertisement

Suherman : ini sudah termasuk harga jual.

Kusuma : berapa bapak akan menjual tanah ini???

Suherman : bapak sudah puas melihat-lihat kondisi tanahnya pak??/ kalau sudah, kita kembali ke rumah saya untuk membicarakan dilema harga. Bagaimana pak???

Kusuma : o, baik. Mari pak kita kembali ke rumah. Sesampainya di rumah,,

Kusuma : jadi berapa bapak akan jual tanah yang tadi??

Suherman : saya jual tanah 1,5ha berikut dengan flora di atasnya dengan harga rp 100 juta. 

Kusuma : rp 100 juta??? 

Suherman : iya, sanggup nego-lah pak.

Kusuma : saya bayar tunai rp 70 juta, bagaimana pak??

Suherman : waduh pak, tanah di sebelah saya itu saja laris terjual dengan harga rp 60 juta/ha. 

Kusuma : hmm, surat-surat terang pak?

Suherman : o tentu, sebentar akan saya ambilkan. (ke kamar mengambil surat-surat tanah). Ini pak surat manajemen kepemilikian tanah tersebut.

Kusuma : (melihat dan mengecek keabsahan surat-surat tanah). Begini saja pak, saya tunaikan rp 85 juta, untuk semuanya. Bagaimana?

Suherman : sebelum bapak, sudah ada yang menawar dengan harga yang sama namun belum saya lepaskan pak. (tersenyum).

Kusuma : biar cepat, bapak maunya berapa?

Suherman : tidak kurang dari rp 95 juta  untuk tanah berikut flora di atasanya dan pengurusan surat-surat.

Kusuma : begini saja pak, biar bapak dan saya sama-sama mendapat keuntungan, saya mau beli tanah bapak dengan harga rp 90 juta, untuk tanah berikut tanaman. Untuk pengurusan surat-surat biar saya sendiri yang urus. Bagaimana pak?

Suherman : okelah. Surat bapak sendiri yang urus ya?

Kusuma : deal ya pak (sembari berjabatan tangan)??? Iya pak, nanti saya sendiri yang urus untuk surat menyurat, tapi tetap butuh dukungan bapak.

Suherman : oke, nanti saya bantu.

Kusuma : alhamdulillah. Kalo begitu ini mohon diterima pak, uang tunai rp 90 juta. Dan saya bawa surat-surat manajemen tanah ya.

Suherman : ini pak. Alhamdulillah, sah ya.

Kusuma : besok bapak sanggup luangkan waktu untuk mengurus surat-surat jual beli di pejabat notaris ya

Suherman : sanggup pak, insyaallah.

Kusuma : baiklah pak, besok saya yang akan jemput bapak. Saya mohon pamit ya pak. Ada urusan lain yang harus diselesaikan. Assalamualaikumwrwb.

Suherman : baiklah pak, waalaikumusalamwrwb. 

Dari percakapan negoisasi di atas sanggup kita simpulkan bahwa proses negosisasi ialah untukmencapai janji antara dua belah pihak untuk mencapai kesepkatan yang ditandai dengan kata “deal”. Selain itu, dalam proses jual- beli memperlihatkan bahwa ada uang ada barang, banyak penipuan yang terjadi atau bencana kejahatan lainnya, maka baik antara penjual ataupu pembeli harus tetap berhati-hati. 

Jikalau memang belum ada ada uang, ada yang disebut dengan jaminan. Jaminan berfungsi sebagai menandakan bahwa janji telah terjadi sehingga kedua belah pihak tidak sanggup mengubah janji secara sepihak. Nice. Semoga bermanfaat. 

Sumber http://www.kelasindonesia.com

√ Pola Percakapan 2 Orang Bertema Pendidikan

Contoh Percakapan 2 Orang Bertema Pendidikan - Sebelumnya telah diberikan teladan percakapan anatara dua orang dalam banyak sekali tema. Kali ini kelasindonesia.com akan memperlihatkan teladan percakapan mengenai pendidikan. Percakapan antara dua orang membicarakan perihal pendidikan sanggup saja dilakukan antar mahir pendidikan membahas suatu topik atau kesenjangan, atau antara guru dengan wali murid, dengan mahir pendidikan dengan media informasi dan lainnya. Berikut teladan percakapan antara dua orang bertema pendidikan antara guru dengan wali murid.

PENDIDIKAN ADALAH YANG UTAMA

Wali murid : assalamualaikum, selamat pagi pak, saya mempunyai kesepakatan bertemu dengan wali kelas x-h, ibu ainun.

Satpam : mari ibu, silahkan tunggu sebentar. Ibu bisa duduk di sini, sementara saya akan memanggilkan ibu ainun.

Pak satpam tiba bersama ibu ainun.

Ibu ainun: assalamualaikum ibu, saya ibu ainun wali kelas intan. Saya amat bahagia ibu tiba memenuhi panggilan saya. Ada sedikit yang saya ingin bicarakan dengan ibu. Mungkin kita bisa ke ruangan saya, mari ibu.

Di ruangan ibu ainun..

Ibu ainun: silahkan duduk ibu. Tunggu sebentar ya ibu. (ibu ainun, menuju meja kerjanya mengambil hasil ulangan milik intan).

Ibu ainun kembali menghampiri ibu intan.

Wali murid: jadi, adamasalah apa dengan anak saya ibu? Kenapa ibu ingin bertemu secara langsung dengan saya???

Ibu ainun: jadi begini ibu, saya ingin memberitahukan perihal anak ibu, intan sukawati.

Wali murid: iya betul, intan sukawati yakni anak saya. Apa ada masalah???

Ibu ainun: sedikit bu, sebelumnya saya ingin menanyakan apakah intan bercerita perihal sesuatu kepada ibu? Atau apakah sedang ada problem di rumah, bu? Atau ada problem dengan kekasihnya?
Wali murid: saya sealu memperhatikan keadaan belum dewasa saya, termasuk intan. Tidak ada problem apa-apa dengan kami di rumah. Dan intan tidak mempunyai kekasih menyerupai yang ibu maksud, jadi tidak ada problem dengan itu. Memangnya ada apa bu?

Ibu ainun: baik. Begini ibu, sudah dua bulan terakhir ini, intan mengalami penurunan nilai ibu. Ini yakni laporan nilai-nilai yang diperoleh intan. Dari laporan yang saya terima dari guru-guru mata pelajaran menyampaikan bahwa intan juga mengalami penurunan dalam antusiasme belajar. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebagai wali kelas tentu saya tidak ingin ada problem dengan murid-murid saya. Saya langsung telah berbicara secara langsung dengan intan, namun intan tidak memperlihatkan tanggapan yang memuaskan. Menurut pengamatan saya, ada yang disembunyikan di balik wajahnya. Saya takut bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan intan. Saya tahu betul, intan tadinya tidak bersikap hirau taacuh menyerupai itu. Intan dikenal sebagai sosok yang periang dan juga cerdas, terus terang selama dua bulan ini kami kehilangan sosok intan yang menyerupai itu. Saya coba telusuri dengan bertanya dengan teman-teman sepermainan intan, namun tidak ada yanng mengetahui keadaan yang menimpa inta sekarang. Dari situ saya yakin bahwa intan menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Saya harap, intan tidak menyembunyikannya dari ibu. 

Akhirnya ibu intan membuka mulut. 

Wali murid: (menarik napas panjang), saya sangat berterima kasih ibu sudah memperhatikan anak saya. Memang benar bu, ada hal yang disembunyikan intan dari kalian semua. Ada problem di keluarga kami. Sudah dua bulan ini, saya dan ayahnya intan, sudah berpisah. Intan dan adik-adiknya tidak megharapkan hal ini terjadi, begitu juga dengan kami. Namun, kalau dua orang yang sudah tak sanggup disatukan maka harus dipisahkan. Dan saya harus mencari nafkah untuk menyambung hidup. Mungkin hal inilah yang mengguncang intan.
Advertisement

Ibu ainun: oh begitu, saya turut prihatin atas apa yang menimpa pada keluarga ibu. Kaprikornus terang kini apa yang menimbulkan intan murung. Saya hanya ingin berpesan kepada ibu, bahwa ujian nasional akan segera dilaksanakan. Saya takut kalau intan tak kunjung bangkit, akan berdampak pada masa depannya. Meski ujian nasional ditentukan oleh sekolah, namun catatan nilai intan malah meurun dan itu akan sangat kurang membantu ibu. Saya harap kepada ibu, biar sanggup menasehati intan. Kita sama-sama mendengarkan apa yang dinginkan oleh anak.

Wali murid: iya ibu, nanti saya akan coba berbicara pelan-pelan dengan anak itu. Sekarang saya harus bekerja keras demi mencukupi kebutuhan belum dewasa saya, makanya itu, saya sedikit lengah dalam mendidik anak. Saya juga tahu intan sangat ingin menjadi dokter, saya tidakingin mengecewakannya dua kali, maka saya akan berusaha untuk menyekolahkan intan di kedokteran. Ibu tahu kan, biaya pendidikan lanjutan tidaklah murah, apalagi kedokteran.

Ibu ainun: benar ibu, biaya pendidikan memang mahal. Namun janan berputus asa ibu, alasannya yakni pemerintah telah memperlihatkan solusi bagi warganya yang mempunyai kekurangan biaya. Bentuk dukungan yang diberikan oleh pemerintah ini sangat merata ibu, ada untuk kalangan ang kurang bisa dan juga bagi kalangan belum dewasa berprestasi. Banyak sekali jalur yang diberikan oleh perintah. Dan saya yakin kalau intan menjaga nilainya niscaya ia sanggup mendapatkan salah satu beasiswa dari pemerintah. 

Wali murid: benarkah??? Bagaimana ibu??? Ibu bisa bantu anak saya untuk mendapatkan salah satu dari yang ibu sebutkan???

Ibu ainun: intan yakni siswa yang berprestasi, selain berilmu ia juga merupakan atlet taekwondo di sekolah ini. Tentu saya mau bantu siswa-siswa saya yang harus dibantu dan layak dibantu. Satu syaratnya ibu, intan harusmampu memperlihatkan bahwa dirinya memang layak untuk menerimanya, maka intan harus rajin mencar ilmu ya ibu.

Wali murid: baik ibu, saya akan menasehati intan, biar ia tetap bersemangat untuk mengejar mimpi-mimpinya. Saya akan melaksanakan apapun demi pendidikan belum dewasa saya bu.

Ibu ainun: alhamdulillah, bicara dari hati ke hati memang sanggup menemukan solusi. Baik ibu, saya butuh pinjaman orang bau tanah murid biar sanggup membantu belum dewasa berkembang dan menggapai cita-citanya. Saya rasa ini cukup ibu, selanjutnya saya akan hubungi ibu via telephon atau sms mengingat ibu sangat sibuk bekerja. Satu pesan saya bu, jangan hingga lengah alasannya yakni pekerjaan kita melewatkan perkembangan anak. Komunikasi itu penting, apalagi sebagai seorang ibu, niscaya mempunyai kedekatan yang spesial. 

Wali murid: (hanya mengangguk dan tersenyum). Ibu ini memang wali kelas yang perhatian ya.

Ibu ainun: sudah kiprah saya ibu. Mungkin cukup sekian ibu, saya tau ibu sanggup kesini alasannya yakni saya meminta ijin kepada pihak perusahaan. Maaf mengganggu wkatu bekerja ibu. Terima kasih telah datang.

Wali murid: benar bu, atasan saya mengijinkan berkas ibu yang berbicara dengannya. Atasan saya juga seorang anak, tentu hal yang sama bagi orang bau tanah untuk mengutamakan pendidikan anak. Terima kasih ibu atas perhatiannya, saya akan terus memantau perkembangan intan dan menginformasikan kepada ibu melalui sms atau telephon. Jangan lupa bu, tolong dibantu dan diarahkan anak saya untuk mendapatkan salah satu beasiswa ke jenjang perguruan tinggi tinggi.

Ibu ainun: insyaallah bu. Kita sama-sama berkoordinasi ya. 

Wali murid: baik ibu, terima kasih. Assalamualaikumwrwb.

Ibu ainun: waalaikumusalamwrwb. (saling berjabat tangan, dan cipika cipiki).

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Thursday, February 1, 2018

√ 2 Pola Percakapan Bahasa Indonesia Di Toko Buku

2 Contoh Percakapan Bahasa Indonesia di Toko Buku - Di toko buku, kita sering bertemu dengan sahabat atau bercakap-cakap kepada petugas untuk menanyakan perihal buku-buku yang dipajang di rak. Nah, terkadang hal tersebut menjadi sebuah percakapan yang tidak mengecewakan panjang, menyerupai referensi berikut ini:

Percakapan 1


Ada dua orang teman, yang secara tidak disengaja, bertemu di sebuah toko buku. 

Rista: Hai, Rika, tidak kusangka kita dapat bertemu disini.

Rika: Ya Tuhan, Rista, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?

Rista: Baik. Tetapi saya belum sama suksesnya dengan kamu. 

Rika: Ah, apa maksudmu bicara begitu? Aku hanya karyawan biasa. 

Rista: Karyawan biasa? Aku tahu bahwa kau sudah menjadi seorang direktur. Tempo hari, saat papaku membeli Koran, saya melihat kisah tentangmu di halaman depan surat kabar. Aku bahagia melihat bahwa kau sudah sukses.

Rika: Sudah-sudah, jangan bahas itu lagi, saya jadi malu. Jadi, apa yang kau lakukan disini? Ingin membeli novel Darwis Tere Liye menyerupai yang dulu sering kau lakukan?

Rista: Hmmm, tidak, saya sedang berjalan-jalan saja. Rasanya begitu penat alasannya yaitu pekerjaan kantor yang menumpuk setiap hari dan kusempatkan sedikit waktu untuk menyegarkan pikiran. 

Rika: Ya, hari ahad memang waktu yang sempurna untuk ke toko buku. Hei, kebetulan sekali, saya ingin membeli novel karya Darwis Tere Liye, dapat kau pilihkan? Aku belum pernah membaca novelnya, dan hari ini saya sangat ingin membelinya.

Rista: Wah, ada apa ini? Kenapa kau jadi tiba-tiba ingin membelinya?

Rika: Banyak sekali yang bilang bahwa novelnya bagus-bagus. Makara saya ingin tau ingin membelinya.

Rista: Hmmm, dahulu kau tidak percaya kalau saya bilang bahwa ia yaitu salah satu penulis terbaik dan karyanya begitu luar biasa.

Rika: Aku jarang mempercayaimu. Kau kan tukang bohong. Hahaha

Rista: Hei apa yang kau katakan? Dasar tukang makan.

Rika: Hahaha, sudah-sudah, ayo bantu saya mencarinya.

Rista: Baiklah, saya sarankan kau membaca Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk.

Rika: Mengapa? 

Rista: Kau suka politik, dan saya yakin kau akan menggilai kedua novel ini.

Rika: Oh, novel ini terbit dalam dua seri ya?

Rista: Iya benar.

Rika: Hmm baiklah, terima kasih Rista.

Rista: Sama-sama. Hei, saya lapar nih, yuk kita makan.

Rika: Ah dasar kau. Kau bilang saya tukang makan, tapi ternyata kau sendiri yang lapar. Ayo kalau begitu, saya juga ingin mengobrol banyak denganmu. 

Advertisement

Percakapan 2


Nabila sedang berada di toko buku, dan beliau terlibat sedikit percakapan dengan petugas yang ada di toko tersebut.

Petugas: Selamat siang, ada yang dapat saya bantu, saya lihat mbak sedang kebingungan..

Nabila: Iya mas, saya ingin mencari buku resep memasak karangan Chef Alfredo Kartawijaya. Dimana saya dapat menemukannya? Saya ingin tau apakah stoknya sudah habis, soalnya saya sedai tadi berkeliling di rak buku resep, namun tidak saya temukan sama sekali.

Petugas: Baik mbak, mohon tunggu sebentar, saya ingin mencari satu kali lagi di rak buku resep untuk memastikan apakah stoknya habis atau tidak.

Nabila: Baik mas, silakan.

(5 menit kemudian)

Petugas: Maaf mbak, stoknya memang habis di rak buku. Saya coba cari di gudang apakah masih ada atau tidak. Mohon tunggu sebentar mbak, maaf atas ketidaknyamanan ini.

Nabila: Tidak problem mas, saya dapat menunggu kok.

(5 menit kemudian)

Petugas: Mbak, ini yang mbak cari. Silakan pilih apakah mbak ingin membeli edisi pertama atau edisi kedua.

Nabila: Wah terima kasih mas. Saya ingin membeli keduanya.

Petugas: Baik mbak, ayo saya antar ke kasir untuk membayar buku ini. 

Nabila: Baik mas. 

Itulah dua referensi percakapan bahasa Indonesia yang ada di toko buku. Semoga bermanfaat.

Sumber http://www.kelasindonesia.com

Sunday, December 10, 2017

√ Pola Percakapan Singkat Antara 2 Orang Perihal Transportasi

Contoh Percakapan Singkat antara 2 Orang ihwal Transportasi

Dialog / percakapan yakni pembicaraan yang dilakukan antara seseorang dengan orang lain (minimal antara 2 orang) mengenai suatu topik pembicaraan. Pada goresan pena kali ini kita akan membahas mengenai topik transportasi. Berikut yakni referensi percakapan singkat antara 2 orang ihwal transportasi.

Contoh 1: Apa yang Akan Orang Pikirkan?


A: Saya tidak suka naik bus.
B: Kenapa tidak?
A: Kursi dan jendelanya kotor.
B: Bukankah mereka membersihkan bus setiap malam?
A: Saya pikir juga mereka membersihkan busnya tetapi tetap saja terlihat kotor bagi saya.
B: Kamu harus membawa beberapa tisu.
A: Itu pandangan gres yang bagus.
B: Kemudian kau sanggup membersihkan daerah duduk dan jendelamu.
A: Tapi orang akan berpikir saya aneh.
B: Siapa yang akan peduli? Semua orang sanggup berlaku aneh.
A: Pastinya.
B: Jangan khawatir ihwal apa yang akan orang pikirkan.

Contoh 2: Jangan Naik Bus


A: Saya tidak suka naik bus.
B: Kenapa tidak?
A: Pertama, bus selalu berjalan lebih lambat.
B: Kamu benar. Mobil sanggup lebih cepat sampai.
A: Kedua, biasanya tiba terlambat.
B: Kamu benar. Bus tidak pernah tiba sempurna waktu.
A: Ketiga, bus biasanya tidak beroperasi selama 24 jam.
B: Kamu benar. Bus tidak beroperasi larut malam.
A: Keempat, bus terkadang terlalu ramai.
B: Kamu benar. Kita harus hingga berdiri di lorong bus.
A: Dan yang terakhir, bus tidak aman.
B: Kamu benar. Orang jahat mungkin sanggup saja merampokmu.

Contoh 3: Jangan Potong Ban


A: Kami punya problem di sekolah.
B: Apa masalahnya?
A: Seseorang memotong ban.
B: Ban apa?
A: Ban di mobil.
B: Di mana mobil-mobil itu?
A: Mereka berada di daerah parkir siswa.
B: Berapa banyak ban yang dipotong?
A: Satu atau dua ban terpotong di setiap mobil.
B: Berapa banyak mobil?
A: Sebelas mobil.
B: Sungguh mengerikan. Saya harap mereka menangkap orang tersebut.

Contoh 4: Penyebrangan Jalan


A: Hidup ini tidak adil.
B: Tentu saja tidak.
A: Saya mendapat tiket kemarin.
B: Untuk apa?
A: Saya sedang menyeberang jalan.
B: Apakah kau berada di penyeberangan jalan?
A: Ya, tapi tanda merah untuk pejalan kaki sangat cepat berlalu.
B: Jadi? Dimana penjual tiketnya?
A: Penjual tiketnya berada di seberang jalan. Namun tanda merahnya sangat cepat berlalu
B: Coba saya tebak, kau belum sempat menyebrang dan tanda sudah kembali hijau.
A: Ya, benar. Jalanan pada waktu itu pun sangat ramai.
B: Kamu seharusnya berjalan lebih cepat.

Contoh 5: Berkendara dengan Cepat Tidak Baik


A: Kamu mengemudi terlalu cepat.
B: Mengapa begitu?
A: Batas kecepatannya yakni 65.
B: Saya tahu itu.
A: Tapi kau mengemudi dengan kecepatan 75.
B: Begitu juga orang lain.
A: Tapi polisi mungkin menghentikan kendaraan beroda empat kita.
B: Tidak, beliau tidak akan melakukannya. Beberapa kendaraan beroda empat mengemudi dengan kecepatan 85.
A: Tapi tetap saja mengemudi dengan kecepatan di atas batas tidak baik.
B: Namun polisi hanya akan menangkap mereka yang mengemudi terllau cepat.
A: Ok, namun dapatkah kau menurunkan kecepatannya?
B: Baiklah, kita akan mengemudi sesuai batas kecepatan.

Advertisement

Contoh 6: Periksa Ban


A: Ingatlah untuk selalu mengecek udara di ban mobilmu.
B: Seberapa sering saya harus melaksanakan itu?
A: Setiap dua bulan sekali.
B: Sering sekali.
A: Apa maksudmu?
B: Berarti saya harus melaukannya enam kali dalam setahun!
A: Ya, dan diharapkan sekitar lima menit untuk setiap kali pengecekan.
B: Baiklah, saya akan mencobanya.
A: Periksa banmu atau kemungkinan suatu ketika kau akan mendapat banmu kempes.
B: Oh, sungguh tidak baik.
A: Oleh alasannya yakni itulah cek banmu. Ban yang kempes akan menghabiskan waktu dan uangmu.
B: Hal tersebut jangan hingga terjadi.

Contoh 7: Jangan terburu-buru


A: Kamu mengemudi terlalu cepat.
B: Saya sedang terburu-buru.
A: Jangan terburu-buru.
B: Itu bukan salah saya. Kamu tidak membangunkan saya.
A: Itu bukan salah saya juga. Kamu tidak menyuruh saya membangunkanmu.
B: Ya, saya memang bermaksud begitu.
A: Jangan terburu-buru ketika mengemudi.
B: Kenapa tidak?
A: Karena kau akan mengalami kecelakaan. Kebanyakan kecelakaan terjadi alasannya yakni orang sedang terburu-buru.
B: Bagaimana kau tahu ihwal hal tersebut?
A: Saya banyak membaca.
B: Saya pikir pemabuk juga menyebabkan sebagian besar kecelakaan.

Contoh 8: Mobil Baru


A: Ayo kita jalan-jalan.
B: Kemana kita akan pergi?
A: Ke pegunungan.
B: Benarkah? Sepertinya asyik.
A: Aku ingin menawarkan kendaraan beroda empat baruku kepadamu.
B: Kamu membeli kendaraan beroda empat baru?
A: Ya. Aku membeli Cadillac.
B: Wow. Mobil yang mewah.
A: Mewah dan kecepatannya sangat baik.
B: Apa yang kita tunggu? Ayo pergi.
A: Ok. Aku akan mengambil kunci mobil.
B: Aku akan mengambil kameraku.

Contoh 9: Mobil Yang Hilang


A: Di mana mobilnya?
B: Apa maksudmu?
A: Mobil saya tidak ada di sini.
B: Benarkah? Di mana kau memarkirnya?
A: Saya memarkirnya di sini.
B: Apakah kau yakin?
A: Ya. Saya ingat saya memarkirkannya erat pohon besar ini.
B: Mungkin itu pohon yang salah.
A: Tidak, ini pohonnya.
B: Apakah seseorang mencurinya?
A: Saya harap tidak.
B: Mungkin mereka menariknya dengan truk derek.

Contoh 10: Terlalu Banyak Mobil


A: Lihatlah kemudian lintas ini.
B: Sungguh sangat ramai.
A: Semakin ramai setiap tahun.
B: Mengapa kau mengeluh? Kita menempuh hampir 20 mil per jam.
A: Batas kecepatan yakni 65!
B: Ya, itu antara jam 2 dan jam 4 pagi.
A: Kemana semua orang ini pergi?
B: Mereka semua menanyakan pertanyaan yang sama.
A: Kapan mereka akan memperbaiki problem ini?
B: Mereka bilang butuh lebih banyak uang.
A: Mereka selalu membutuhkan lebih banyak uang.
B: Ya, namun tidak ada perkembangan yang baik ihwal kemacetan kemudian lintas ini.

Demikianlah referensi percakapan singkat antara 2 orang ihwal transportasi. Semoga beberapa percakapan singkat tersebut sanggup membantu teman – teman dalam menulis sebuah dialog. Semoga bermanfaat!


Sumber http://www.kelasindonesia.com

√ Teladan Obrolan Singkat Antara 2 Orang Ihwal Olahraga

Contoh Dialog Singkat antara 2 Orang ihwal Olahraga

Dialog / percakapan yang dilakukan antara 2 orang atau lebih sanggup mengangkat tema yang berbeda – beda. Namun, terdapat beberapa tema yang memang sering menjadi pembicaraan orang atau juga sering menjadi tema bagi kiprah bahasa Indonesia yang diberikan oleh guru kepada siswa, menyerupai kehidupan sekolah, olahraga, pendidikan, transportasi, dan sebagainya. Berikut ini ialah tumpuan obrolan singkat antara 2 orang ihwal olahraga.

Contoh 1: Ayo pergi ke pertandingan baseball.

A: Bisakah kita pergi ke pertandingan baseball?
B: Tentu saja.
A: Saya suka baseball.
B: Saya juga.
A: Saya suka makan kacang.
B: Saya suka makan hot dog.
A: Saya harap kita akan melihat home run di pertandingan kali ini.
B: Saya harap kita akan menangkap bola yang terlempar keluar.
A: Jangan lupa bawa jaket.
B: Ya, tentu saja. Pertandingan kali ini diadakan malam hari niscaya udara dangat dingin.
A: Bawalah sarung tangan untuk menangkap bola yang terlempar keluar.
B: Tidak. Saya hanya akan memakai topi saya untuk menangkap bola tersebut.

Contoh 2: Golf itu tidak asyik

A: Golf ialah permainan tidak asyik.
B: Tentu saja.
A: Kamu hanya memukul bola putih.
B: Dan kemudian kau mengejarnya.
A: Dan kemudian kau memukulnya lagi.
B: Akhirnya, kau menempatkan bola ke dalam lubang di tanah.
A: Dan kau harus melaksanakan tersebut 18 kali, alasannya ialah ada 18 lubang.
B: Apa gunanya?
A: Bagaimana bisa orang – orang bilang golf itu menyenangkan?
B: Mereka membayar uang yang banyak untuk bermain golf!

Contoh 3: Memancing ikan segar

A: Apakah kau ingin pergi memancing?
B: Ya, wangsit yang bagus.
A: Kemana kau ingin pergi memancing?
B: Kita bisa pergi ke sungai.
A: Atau kita bisa pergi ke danau.
B: Atau kita bisa pergi ke laut.
A: Ayo pergi ke danau.
B: Ya. Dari sini danau hanya 10 mil jauhnya.
A: Kita bisa hingga di sana dalam 20 menit.
B: Saya akan mengambil pancingnya.
A: Saya akan mengambil umpan.
B: Kita akan mendapat ikan segar untuk makan malam!

Contoh 4: Saya suka baseball

A: Baseball itu menyenangkan. Apa yang kau suka dari baseball?
B: Saya suka memukul bola.
A: Saya suka berlari-lari di setiap pangkalannya.
B: Saya suka meluncur ke pangkalannya.
A: Ya. Sangat menyenangkan untuk meluncur pada dikala hampir hingga ke pangkalan.
B: Saya ingin menjadi pemain baseball ketika saya besar nanti.
A: Saya juga. Saya ingin bermain untuk tim favorit saya.
B: Saya juga.
A: Makara kita harus bersemangat berlatih setiap hari.
B: Saya tidak suka latihan.
A: Saya juga. Sangat membosankan.
B: Tetapi latihan menciptakan kemampuan kita semakin baik.

Advertisement
Contoh 5: Sepatu baru

A: Ayo pergi jogging.
B: Itu wangsit yang bagus.
A: Saya sudah membeli sepatu baru.
B: Apakah nyaman dipakai?
A: Ya, sangat nyaman.
B: Berapa harganya?
A: Mereka menjualnya seharga 800,000.
B: Apakah sepatumu sanggup membantumu berlari lebih cepat?
A: Tidak, tapi kakiku tidak sakit lagi.
B: Kalau begitu artinya sepatumu bagus.
A: Kamu mungkin ingin membelinya juga.
B: Saya mungkin akan membelinya nanti.

Contoh 6: Dari mana asal si Tiger?

A: Apakah kau menonton turnamen golf itu?
B: Yang dimenangkan oleh Tiger?
A: Bagaimana beliau melakukannya?
B: Itu bukan apa-apa baginya.
A: Dia memasukkan putt 20 kaki ke lubang terakhir dan menang dengan satu pukulan!
B: Dia menurunkan 25-footer tahun kemudian di turnamen yang sama dan menang hanya dengan 
     satu pukulan.
A: Saya pikir beliau berasal dari luar angkasa.
B: Tidak ada insan yang bisa bermain golf sebaik dia.
A: Dia niscaya melaksanakan tembakan yang sangat baik dan bolanya niscaya selalu masuk ke lubang 
     dengan tepat.
B: Tidak ada insan yang bisa melaksanakan itu.
A: Seseorang mungkin harus menyelidiki catatan kelahirannya.
B: Mungkin saja beliau dilahirkan di Mars.

Contoh 7: Musim berakhir

A: Apakah kau mendengar apa yang terjadi pada pertandingan baseball?
B: Tidak, tolong beri tahu saya.
A: Seseorang meninju pemain lain.
B: Benarkah? Sungguh tidak baik.
A: Ini lebih jelek dari itu.
B: Bagaimana bisa begitu?
A: Dua orang terlibat pertengkaran.
B: Saya yakin mereka mungkin sedang tidak dalam kondisi baik.
A: Orang ketiga memukul salah satu dari dua orang itu.
B: Saya yakin beliau juga sedang tidak baik kondisinya.
A: Dengan adanya kejadian tersebut baseball animo ini berakhir.

Contoh 8: Kursi murah

A: Saya ingin pergi ke pertandingan bola.
B: Apakah ada pertandingan malam ini?
A: Ya, ini dimulai pukul 7 malam.
B: Apakah tiketnya masih ada?
A: Ya, tetapi hanya tiket murah.
B: Berapa harganya?
A: Harganya 50,000.
B: Harganya murah.
A: Ya, ini lebih murah daripada pizza.
B: Di mana kursinya?
A: Mereka ada di belakang lapangan.
B: Ok, harga yang sesuai dengan letak kursinya.

Contoh 9: Bermain golf tidaklah sulit

A: Golf sangat sulit.
B: Apa yang sulit? Kamu hanya perlu memukul bola putih kecil?
A: Sulit bila saya ingin melakukannya dengan benar.
B: Maksudmu menyerupai Tiger?
A: Tidak, menyerupai pegolf amatir yang baik.
B: Apa yang begitu sulit dalam bermain golf?
A: Ada banyak hal yang harus kau lakukan dengan benar.
B: Seperti apa?
A: Seperti menjaga lengan kiri tetap lurus, kepala tetap ke bawah, dan ikuti pandangan ke 
     arah bola.
B: Sungguh ribet bermain golf.
A: Kamu harus mendapat banyak pelajaran alasannya ialah kau seorang pemula.
B: Baiklah, saya akan berusaha bermain dengan baik.

Demikianlah tumpuan obrolan singkat antara 2 orang ihwal olahraga. Semoga beberapa tumpuan obrolan singkat di atas sanggup bermanfaat bagi sahabat – teman. Terima kasih.


Sumber http://www.kelasindonesia.com